GLOBAL theater di perang dunia kedua adalah de-kolonilaisiasi oleh Amerika mempreteli kekuatan negara Eropa penjajah untuk dimanfaatkan oleh banyak pejuang kemerdekaan di banyak negara secara berbarengan, ini kalau dilihat dari sisi theater dunia.

Untuk itu jika ada pemimpin nasionalis dan VISIONER yang menjadi pemimpin dan BERANI bertindak mengambil untung dari konstalasi global untuk tindakan lokal, maka bebaslah sebuah wilayah menjadi merdeka berdaulat.

Itulah founding father bapak bangsa indonesia para pejuang kemerdekaan yang mengambil moment dimana negara-negara banyak yang berantakan karena perang dunia kedua sedang diacak-acak oleh Amerika, untuk Indonesia menyatakan kebebasannya dari negara penjajah.

Kita berkali-kali mengatakan bahwa sejak tahun 1904 Amerika memang ingin menguasai dunia. Dimana kesempatan itu akhirnya didapat di tahun 1944, dengan penandatanganan Pakta Bretton Wood.

Amerika mengambil alih dunia, yang salah satu caranya adalah memiskinkan Eropa dengan mengatasnamakan HUMAN RIGHT negara negara jajahan mereka DIMERDEKAKAN. Dide-kolonialisasi!

Ada lebih 50 negara baru hadir di tahun sekitar 1945 – 1965 terutama negara bekas jajahan negara Eropa. Skenario ini namanya DE-KOLONIALISASI. Membuat Eropa menjadi negara produsen namun tidak MENJAJAH lagi, tidak terlalu powerfull lagi, kecuali Inggris yang menciptakan commonwealth atas negara jajahannya.

Dengan demokrasi ditegakkan, maka amerika dengan gampang mengendalikan negera negara baru tadi sebagai “extended quasi teritory” dari Amerika. Mulai dari negara sekutu atau aliansi, negara teman atau friend Amerika membeda-bedakan perlakuan di setiap negaranya tergantung GRAND PLAN Amerika saat itu.

Bagi saya pribadi, sejak dulu, Amerika itu memperbudak Indonesia. Indonesia tidak pernah menjadi sekutu Amerika, juga teman Amerika. Inilah yang selalu membuat saya mengkampret-kampretkan Amerika.

Kita klnjut, kemudian sejak tahun 2013, dunia punya calon penguasa baru yang namanya Tiongkok. Strateginya sama seperti Amerika yang pakai IMF. Negara di hutangin, dipenjemi dolar.

Kalau Tiongkok, negara dipinjemi dan di biayai proyek. Semuanya sama, Amerika dan Tiongkok, dua duanya jahat karena niatnya MENJEBAK dengan pinjaman.

Orang kalau terjebak hutang, perawan anaknya bisa di gadaikan seperti kepada Datuk Maringgih!!!

Awalnya sang datuk baik-baik datangnya. Lalu melihat kemolekan dan kecantikan Siti Nurbayah, alamak..cantik nian!!!

Syahwat naik, hasrat menyala maka gelontoran materi mulai dialirkan ke sang ayah bunda. Terpesona harta mereka lupa bahwa mereka tidak punya kepandaian kelola uang , tidak pandai berdagang tak pandai bertani.

Uang dipakai untuk kebutuhan konsumsi, sampai tibalah kewajiban datang menanti.

Ayah bunda tak kuasa membayar, mata Datuk Maringgih menatap tajam Siti Nurbayah.

Hutang mau lunas? Gadis manis dipinta Maringgih.

Kedua orangtua Siti Nurbayah menunduk pasrah. Mereka, orang tua tak tahu malu tak punya hati, anak sendiri digadai karena materi.

Maringgih pemasang jebakan hutang, ilmu Maringgih di tiru IMF,. Ilmu Maringgih di copy OBOR Tiongkok.

Siapa anak gadis yang tergadai itu kalau kita bayangkan Siti Nurbayah itu negara kita? Adakah pahlawan Syamsul Bahri pujaan hati Siti Nurbayah kali ini bisa menyelamatkan kekasihnya.

Atau keberhasilan Datuk Maringgih bukan saja mengambil buah hatinya tetapi juga berhasil meracun dan membunuh gadis cantik terulang lagi?

Cerita ini mungkin dongeng rakyat sebelum tidur, namun hikmahnya dalam. Datuk Maringgih di ujung cerita di bunuh oleh Belanda dalam sebuah keributan di daerahnya.

Kita bawa dongeng itu dengan kiasan, Maringgih saat ini adalah Tiongkok dan Amerika adalah Belanda.

Amerika ingin melakukan de-kolonialisasi jilid dua setelah perang dunia kedua. Maka 70 negara di ikat OBOR akan di lepaskannya.

Namun beda kalau banyak yang TERSADAR bahwa negaranya harus lepas dari maringgih dan belanda. Maka saat ini sebaiknya tunggangi Belanda, bunuh maringih, lalu perangi Belanda memerdekakan Indonesia seperti apa yang founding father bangsa Indonesia lakukan di tahun 1945.

Sayang, sekarang banyak pejabat yang belum sadar SIAPA DATUK MARINGGIH itu dan belum punya strategi bagaimana menggunakan kekuatan belanda tebas maringgih, lalu bersama rakyat usir belandanya. Semoga faham #peace

*penulis seorang pengusaha, juga motivator bisnis.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here