SUKOHARJO (Eksplore.co.id) –  Masih banyak wilayah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih. Di antaranya kawasan pinggiran kota Sukoharjo seperti Kecamatan Weru, Tawangsari, dan Bulu. Dari ke tiga kecamatan itu yang paling parah adalah Kecamatan Weru.

Dua kecamatan, yaitu Tawangsari dan Bulu hanya beberapa titik yang masih kesulitan air bersih karena diantisipasi dengan sumur dalam, sejak tahun 2016 lalu.

Terkait kekurangan air bersih yang ada di kecamatan Weru seperti  Desa Weru, Desa Tegalsari, Desa Grogol, Desa Karangtengah, Desa Jatingarang, Desa Karanganyar, Desa Tawang, Desa Watubonang, Desa Ngreco.

Saat ini bantuan air bersih itu terus berlanjut semenjak kemarau panjang melanda di Sukoharjo, terhitung sudah 8 bulanan terakhir . Demikian yang diungkapkan Muhammad Tohir, anggota BPBD Sukoharjo kepada Eksplore, Kamis (15/11/2019).

Dari pantauan di lapangan, bantuan air bersih untuk minum dan memasak terus mengalir dari berbagai  pihak swasta baik itu ormas keagamaan seperti Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo, Majelis Pengajian, Persaudaraan Haji Sukoharjo, Ibu- Ibu Pengajian, SMA Muhammadiyah Watukelir 3, LAZISMU, Perguruan Pencak Silat, Organisasi, Paguyuban, Alumni SMANTA Tawangsari dan lain- lain.

Belum lama ini, bantuan air bersih datang dari  PSHT yang memiliki komitmen tetap mema hayuning bawono, salah satunya peduli apa yang dirasakan masyarakat saat ini terkait kekurangan air bersih.

Kegiatan bhakti sosial ini dipimpin  Bayu Hadi Saputro dari Ketua BBC TEBAS PSHT rayon Gumpang cabang Solo didampingi Agus Triyono, ketua ranting PSHT Weru dan Gunadi, Babinsa dari Koramil Weru. (ab1)

Foto : Warga tengah mengambil air bersih bantuan dari BBC TEBAS PSHT cabang Soloraya.( Foto Taufiq Zuliawan)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini