Anggota KPU, minus Wahyu Setiawan yang diberhentikan karena terlibat kasus suap PAW anggota Fraksi PDIP DPR

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (24/8/202) memutuskan untuk menerIma Evi Novida Ginting Manik sebagai anggota Komisioner KPU.  Keputusan rapat yang dipimpin ketuanya Arief Budiman itu menyusun diterimanya petikan Keputusan Presiden Nomor 83 tahun 2020 tentang pencabutan Keppres Nomor 34 tahun 2020 yang memberhentikan Evi Novida Ginting dengan tidak hormat sebagai komisioner KPU.

“Tadi pagi kami sudah melakukan rapat pleno lengkap bertujuh. Setelah KPU menerima petikan Keppres 83. Kemudian KPU menindaklanjuti dengan mengirimkan petikan itu kepada para pihak,” kata Arief.

Posisi dan tugas yang diemban Evi masih sama seperti saat ditinggalkan menyusul terbitnya Keppres Nomor Nomor 34/P Tahun 2020 pada 23 Maret 2020 yang memberhentikan Evi sebagai Komisioner KPU RI periode 2017-2022. Yaitu, Koordinator Divisi  Teknis.

Keppres 83 diterbitkan berdasarkan Keputusan Majelis Hakim PTUN Jakarta yang memenuhi gugatan Evi atas keluarnya Keppres 34. Presiden tidak mengajukan banding atas putusan PTUN Jakarta tersebut. Alasannya, kepprs hanya bersifat teknis, sedangkan pokok perkaranya ada di putusan DKPP.

Keppres 34 sendiri dbuat berdasarkan Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan dengan tidak hormat Evi Novida Ginting karena tersangkut kasus gugatan pilkada.  (bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini