Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Fraksi Golkar DPR RI menginginkan militer berada di garda depan jika terjadi penyebaran virus corona di Tanah Air. Terkait hal itu, Golkar menginisasi pembentukan panitia kerja (Panja) di Komisi I DPR.

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan panja menitikberatkan pada kesiapan di aspek militer.

“Kami ingin memastikan melalui panja ini bahwa ada instrumen negara yang memang mengkaji aspek ketahanan nasional terhadap dampak virus corona ini,” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3)/2020).

Bobby mengacu kepada kajian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang keterlibatan militer dalam penanganan virus. Menurutnya, itu memang wajar jika militer dijadikan garda terdepan, terutama ketika ada virus yang telah menjadi pandemik.

Pandemik yang dimaksud yakni ketika virus sudah menjamah seluruh sendi kehidupan masyarakat. Mengganggu kehidupan sehari-hari, pelayanan publik lumpuh serta rumah sakit penuh oleh pasien virus yang bersangkutan.

“Mulai Desember 2019 ini hampir seluruh negara maju menggunakan militer sebagai front line. Kecuali China ya, baru kali ini PLA-nya (People’s Liberation Army) tidak ikut,” tuturnya.

Realisasi pembentukan panja bakal dibicarakan dengan fraksi lainnya pada 20 Maret mendatang. Pertemuan dengan Kementerian Pertahanan dan Badan Intelijen Negara (BIN) juga telah dijadwalkan.

Virus corona sendiri hingga kini belum ditemukan berada di Indonesia. Setidaknya, seperti itu yang diklaim oleh pemerintah Indonesia meski ada beberapa negara yang menyangsikan hal tersebut.

Kementerian Kesehatan berulang kali memastikan belum ada orang terinfeksi virus corona di Indonesia berdasarkan hasil tes Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Upaya membentuk panja di Komisi I DPR, kata Bobby, bukan berarti tidak percaya terhadap pemerintah ihwal ketiadaan kasus virus corona di Indonesia. Panja dibentuk guna mempersiapkan andai virus corona sudah ada dan merebak di Indonesia.

“Masih ada 70 negara lain yang masih memastikan zero. Yang bersentuhan dengan tanah kita itu termasuk Papua Nugini dan Brunei. Tapi harapannya di panja tersebut akan memastikan Indonesia siap menghadapi dampak terburuk,” tambahnya.(ps)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here