Jakarta, (Eksplore.co.id) Gubernur DKI –Jakarta, Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya dalam rem darurat terkait penanggulangan pandemi virus corona (Covid) 19.

Dalam konferensi pers kemarin sore Rabu, (10/9/2020) Anis berujar bahwa pemerintah provinsi DKI – Jakarta terpaksa menarik rim darurat kembali dengan menerapkan pembatasan berskala besar seperti masa pandemi. “Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa lalu,”terang Anies.

Dengan adanya kebijakan ini, maka warga akan kembali berkegiatan dari rumah, beribadah dari rumah, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Mulai Senin 14 September, seluruh kegiatan perkantoran akan dilakukan dari rumah dan akan ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi.

Kemudian seluruh tempat hiburan akan kembali ditutup. Kerumunan dan kegiatan yang mengumpulkan dilarang. Tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau komplek dan hanya boleh digunakan oleh warga setempat. Khusus tempat ibadah di zona merah atau wilayah dengan kasus tinggi tidak diperbolehkan buka.

Terkait perkembangan Covid – 1, Anies mengatakan, saat ini ambang batas kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan icu sudah melampaui angka batas aman dan diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal di 17 September 2020 dan setelah itu akan fasilitas kesehatan DKI Jakarta akan kolaps.

“Selama 6 bulan terakhir kasus COVID-19 di Jakarta didominasi 50% kasus OTG dan 35% adalah kasus gejala ringan-sedang,”katanya.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini