SURAKARTA – EKSPLORE (11/9/2018) –  Hingga akhir Juli 2018, pemerintah sudah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 76,18 triliun atau 63,48% dari target penyaluran KUR tahun ini. Kredit itu disalurkan kepada 2.893.776 usaha kecil.

Terbesar penerima KUR ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu kepada 620.501 debitur sebanyak Rp13,93 triliun. Hal itu diungkapkan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dalam acara Sosialisasi Penyaluran KUR Kepada Usaha Mikro Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) di Surakarta (10/9/2018). Program sosialisasi penyaluran KUR itu diadakan Kemenkop dan UKM bersama bank-bank penyalur KUR dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Yuana mengatakan sejak diluncurkan pada  2007 hingga 2018 ini, pemerintah terus berkomitmen membantu kalangan UMKMK. Salah satu caranya dengan menambah jumlah KUR yang disalurkan. Tahun ini ditargetkan RP120 triliun KUR tersalurkan. “Terbukti dari target alokasi penyaluran KUR yang bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun, yang sebelumnya tahun 2017 sebesar Rp 110 triliun,” katanya.

Kegiatan sosialisasi tersebut, kata Yuana, dilakukan untuk mendorong percepatan realisasi penyaluran KUR, pemerintah juga melakukan berbagai upaya untuk membantu diantaranya dengan menambah bank penyalur KUR, menambah perusahaan penjamin KUR, dan mengikut  sertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Koperasi sebagai penyalur KUR.

Penyalur KUR yang pada tahun 2015 berjumlah 7 (tujuh) bank, pada tahun 2018 ini bertambah menjadi sebanyak 41 penyalur KUR yang telah mendapat rekomendasi OJK dan Kemenkop UKM, terdiri dari 35 bank, 4 Lembaga Keuangan Bukan Bank dan 2 koperasi.

Sedangkan yang sudah mengadakan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dengan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) subsidi KUR sebanyak 38 penyalur.

Dalam sosialisasi ini juga diserahkan KUR kepada 10 debitur dari 5 bank penyalur yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BRI Syariah dan Bank Jateng. “Kita harapkan melalui sosialisasi ini, informasi yang berkaitan dengan KUR ini bisa semakin meluas ke seluruh daerah,” kata Yuana.

Selain itu, Yuana menyampaikan bahwa melalui sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan penyaluran KUR di Kota Surakarta dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

“Upaya percepatan penyaluran KUR yang dilakukan pemerintah didorong salah satunya melalui penyebaran informasi dalam bentuk sosialisasi percepatan penyaluran KUR ke seluruh daerah,” tandasnya.

Yuana mengatakan sejak diluncurkan KUR pada tahun 2007 hingga tahun 2018 ini, pemerintah terus menunjukkan keberpihakan kepada usaha mikro, kecil dan menegah untuk meningkatkan akses pada sumber pembiayaan. Salah satunya melalui penambahan alokasi KUR.

“Terbukti dari target alokasi penyaluran KUR yang bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun, yang sebelumnya tahun 2017 sebesar Rp 110 triliun,” katanya.

Dalam rangka mendorong percepatan realisasi penyaluran KUR, pemerintah juga melakukan berbagai upaya diantaranya dengan menambah bank penyalur KUR, menambah perusahaan penjamin KUR, dan mengikut  sertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Koperasi sebagai penyalur KUR. (b1)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini