“Apakah memang harus dipaksakan semua,” kata Ketua Satgas IDI Kota Depok, Alif Noeriyanto, Selasa (2/6/2020).

DEPOK (Eksplore.co.id) – Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengaku khawatir atas rencana pemberlakuan ‘new normal’ (normal baru) di wilayahnya setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 4 Juni 2020.

Karena, kebijakan ini bisa memicu lonjakan kasus positif Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona). “Apakah memang harus dipaksakan semua,” kata Ketua Satgas IDI Kota Depok, Alif Noeriyanto, Selasa (2/6/2020).

Satgas IDI Kota Depok meminta penerapan new normal hanya di sebagian wilayah Kota Depok. Bahkan, pembukaan pusat perbelanjaan juga ditakutkan terjadia kejadian serupa.

Kekhawatiran tadi didasarkan kasus sejumlah pedagang di Pasar Cisalak yang reaktif atas rapid test. Begitupula kejadian di rumah ibadah dan negara-negara lain di Korea Selatan (Korsel).

“Tempat keramaian yang reaktif rapid, pasar swalayan, itu ditutup saja kiosnya, kemudian diperbaiki (desainnya) dengan physical distancing antarkios,” ujarnya.

Alif berharap pemerintah menetapkan kuota jumlah pengunjung yang masuk pusat perbelanjaan atau pasar supaya tidak terjadi kerumunan yang menyulitkan physical distancing. Hal yang sama juga berlangsung di sekolah-sekolah yang berada di Depok. “Depok Town Square atau ITC Depok misalnya, itu padat sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengutarakan pemberlakukan PSBB bisa tidak diperpanjang merujuk syarat-syarat epidemiologis. Salah satu syarat utama yang dimaksud adalah penurunan angka reproduksi efektif (Rt) kasus Covid-19 di Depok.

Kota Depok melaporkan sebanyak 557 kasus positif Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) sampai Senin (1/6/2020). Dari angka itu 240 pasien sembuh dan 115 orang meninggal dunia.

Untuk gabungan kematian 30 pasien positif Covid-19 dan kematian 85 suspect/PDP dan 287 kasus aktif para pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri di kediaman masing-masing. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini