“Jumlah anak di Indonesia sekitar 30% dari populasi dan mereka rentan terjangkit virus korona yang belum ada vaksinnya,” kata Education Specialist UNICEF Indonesia Nugroho Indra Warman dalam video conference, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – United Nations Childrens Fund (UNICEF) Indonesia meminta pemerintah tidak membuka kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara terburu-buru.

Karena, institusi ini harus sudah mempersiapkan sejumlah persyaratan penerapan protokol kesehatan. “Jumlah anak di Indonesia sekitar 30% dari populasi dan mereka rentan terjangkit virus korona yang belum ada vaksinnya,” kata Education Specialist UNICEF Indonesia Nugroho Indra Warman dalam video conference, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Persyaratan-persyaratan yang dimaksud seperti penyediaan sarana cuci tangan, persediaan alat pelindung diri (APD) bagi guru, masker, dan hand sanitizer.

Di Eropa pembukaan KBM dilakukan setelah tidak terjadi penyebaran Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona). Asia Pasifik dan Asia Selatan masih mengalami penyebaran tersebur.

“Pembukaan tidak bisa dilakukan secara merata, apakah zona hijau bisa diputuskan oleh otoritas setempat,” ujarnya.

Kemudian, jika KBM sudah dibuka yang berakibat gelombang kedua, maka ini perlu diperhatikan bagaimana mitigasi tersebut.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Bernardus Wisnu Widjaja, menambahkan sekitar 102 daerah masuk sebagai zona hijau. Jadi, daerah-daerah itu bisa membuka KBM. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini