SUKOHARJO (Eksplore.co.id) – Siapa orang Sukoharjo yang tidak mengenal nama Joko Santosa “Paloma”. Dia dikenal khalayak luas karena kiprahnya yang serba mumpuni. Bisnis OK, politik OK, mengajar juga OK.

Dia adalah mentor bisnis bagi puluhan bahkan ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya di Sukoharjo, tapi juga di daerah lain di Jawa Tengah. Walaupun masih jauh dari sebutan konglomerat, namun Joko termasuk sukses dalam berbisnis di lingkungan Sukoharjo.

Joko berdiri tegak bersama PT Paloma Citra Internasional yang didirikannya pada 2006. Bergerak di banyak bidang. Properti, jasa,  perdagangan ritel, juga konstruksi. Itu sebabnya dia juga tergabung dalam organisasi Gabungan Pengusaha Konstruksi  Nasional Indonesia (Gapeksindo).

Joko Santosa sedang singgah di salah satu usaha ritel di Sukoharjo (foto ist)

Sebetulnya Paloma sudah mulai dirintis sejak Juli 1999. Usaha bermodal sejuta rupiah itu dimulai dengan mendirikan toko asesoris pria dan wanita di daerah Gawok, Gatak, Sukoharjo. Mau tahu berapa pendapatan hari pertama tokonya itu? Rp 26 ribu.

Dari toko asesoris pria dan wanita, usaha Paloma mulai bergerak dengan menambah produknya, yaitu jualan dan penyewaan VCD. Ketika itu sedang maraknya. Omzet perharinya dikenang Joko sebesar Rp 300 ribu.

Agar usahanya bisa lebih berkembang, Paloma pun mengurus perizinan usaha, mulai dari surat izin usaha perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), juga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Itu di tahun 2001. Malah 2003 memberanikan diri pindah lokasi usaha ke tempat yang lebih luas.

Di tempat yang baru, Joko Paloma yang didukung istrinya Nurrohmah Prasetyo Utami, mulai melirik ke dagangan kebutuhan sehari-hari (consumer goods), alat tulis, dan fesyen. Hingga akhirnya menambah produk usahanya di sektor properti dan konstruksi.

Untuk ikut membesarkan usaha konstruksi, dirangkullah adiknya yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia kontraktor maupun kakak iparnya yang arsitek. Rumah usahanya dinamakan PT Paloma Citra Internasional.

Falsafah Hidup
Alhasil, Joko tak ingin sukses sendirian.
Ada yang menarik dari kisah sukses perjalanan bisnisnya hingga mampu merambah berbagai sektor dan menjadi mentor yang telah melahirkan ratusan wirausaha  sukses di Sukoharjo dan wilayah lainnya.

Joko Paloma mengaku  perjalanan bisnisnya tidak semudah membalikkan tangan. Perlu proses yang lama. Jatuh bangun. Butuh keberanian mengambil keputusan serta selalu berdoa kepada Yang Maha Memberi Rezeki. Perlunya, agar kita selalu diberi petunjuk, bimbingan, perlindungan, dan juga pertolongan.

Biasa dipanggil Joko Paloma. Si empu nama asli Joko Santosa itu mengaku dari keluarga petani kecil. “Orang tua saya dari petani kecil, sekolah dan kuliah saja harus berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sendiri, tapi bagi saya perjuangan harus saya lalui dan berkat doa orang tua saya, saya mampu melewati rintangan saat itu,” kenang Joko, bos Paloma Group dan dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

“Semua orang itu ingin membangun perekonomiam yang lebih baik, namun terkadang masih banyak yang sebatas mimpi saja, belum ada keberanian untuk mengeksekusi mimpinya,” tuturnya sedikit seolah memberi petuah.

Ada beribu alasan orang tidak berani mewujudkan mimpinya yaitu ingin sukses.  Semisal, terlalu banyak pertimbangan, takut risiko gagal, tidak berani keluar dari zona aman.

Padahal kalau kita berani mengambil tindakan, kata pria yang kini juga tercatat sebagai anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukoharjo, pasti ada  hikmah pelajaran yang baik dan bisa mengangkat derajat  kita. Termasuk di kehidupan bisnis kita. “Yang tentu tak boleh ditinggalkan adalah jangan sampai lupa untuk selalu berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu diberi petunjuk, bimbingan dan perlindungan juga keselamatan. .

Bagi Joko Paloma, di dunia bisnis, terdapat masa atau proses perubahan yang meliputi tiga tahapan. Pertama,  di  wirausaha kita harus fokus menjalankan bisnis. Pelaku usaha kerap gagal pada tahap ini. Tapi kita jangan sampai menyerah.

Tahap kedua,  ini fase stabil. Di fase ini pelaku usaha bisa berhasil dalam membangun  bisnis dan mulai mendapatkan pelanggan. Tahap ketiga,   masa di mana fase bisnis yang dijalankan telah memiliki pelanggan setia. Untuk melewati masa ini tentu harus diimbangi  manajemen yang efesien,  SDM yang baik dan jaringan  loyal.(taufiq zuliawan)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here