“Bantuan fasilitas kesehatan itu dapat berupa penyediaan disinfektan, hand sanitizer, sabun, dan alat pengukur suhu tubuh," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo, Jumat (5/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pimpinan Komisi X DPR menilai suatu ketimpangan akses teknologi untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara daring masih terjadi di daerah. Hal ini terjadi akibat ketidaktersediaan infrastruktur dan peralatan di sana.

“Pengetahuan dan kecakapan memanfaatkan teknologi juga menjadi faktor,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian, Kamis (4/6/2020).

Literasi digital siswa dan guru di daerah lain dapat berbeda-beda. Jadi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diminta melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai daerah pulau-pulau lain.

“Upaya pemerintah mengatasi kesenjangan teknologi dengan memberikan subisidi pembelian kuota melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) hingga memberikan materi ajar melalui TVRI dan RRI belum sepenuhnya cukup,” ujarnya.

Komisi X DPR mendorong Kemendikbud bekerjasama dengan Kominfo melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga ke daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini