Mardigu WP

BANK Indonesia di jaman orba beda dengan jaman setelah IMF masuk hingga saat ini. Kita semua tahu IMF masuk sejak awal reformasi dan sampai sekarang giginya menacap dengan tajam sampai tidak satupun berani bertindak lain. Selain dari melaksanakan sabda world bank dan IMF.

Inilah untungnya bukan orang seperti si bossman yang sontoloyo yang ndeso dan otaknya cetek mengelola negara ini.

Dari awal saya mengatakan untuk mempermudah ekonomi Indonesia berdaulat maka paling enak adalah bidang moneter dan fiskal satu suara.

Jadi, bank Indonesia akan dijadikan dirjen moneter di bawah Kementerian Keuangan. Ini gila ya? Iya lah gila. IMF marah, World Bank marah? Iya lah..Indonesia anak nakal dikatakannya pasti.

Lalu apa yang dilakukan dengan kendali di bawah satu panji Kementerian Keuangan tersebut? Indonesia kendali atas rupiah, e-rupiah, menerbitkan Soverign Wealth Fund, printing money berbasis proyek, semua dalam satu komando.

Saya suka gaya Narendra Modi PM India dengan menteri keuangannya india Arun Jaetley, berdua menuvernya cantik banget kompak dan kalau rapat hanya berdua saja. Tahu-tahu gebrakannya revolusioner.

Tax amesty yang ditiru Indonesia yang gagal, merupakan prestasi di india oleh Arun Jaetley yang setelah itu pembangunan India cepat sekali tumbuh di atas 7% setahunnya untuk waktu yang cukup panjang sejak tahun 2015.

Jadi ketika Trump me-reset up Federal reserve dimana dia akan membuat federal Reserve di bawah Ministry of Finance saya tertawa dalam hati karena kegilaan kita di ikuti Trump. Geer ya saya? Ya iya lah!!

Di awalnya saya pikir mengendalikan bank central akan ditentang banyak negara, ternyata “negera motherf**ker” biang kerok keributan, negara preman, state sponsor terorism di bawah administrasi Trump akan melakukan hal yang sama.

Lalu setelah mengendalikan Federal Reserve, Amerika akan menerapkan gold standar dalam printing money dollar di kemudian hari di luar “aset hutang negara negara peminjam IMF” yang tetap menjadi underlying printing dolar. Ada 2 lapis sekarang dolarnya, jaminannya.

Ini guendeng dan ini melawan globalis cabal secara head to head, dimana globalis elitis cabal itu akan menggunakan algoritma seperti bitcoin dan libra. Dimana kalau digital currency globalis jalan, dolar tanpa underlying emas, maka global globalis akan menang peperangan di dalam kendali mata uang.

Kita semua tahu, you control food, you control people, you control energy you control contry, anda you control currency you control the world, you control health you control LIFE !!!

Mulai faham perebutannya sekarang apa?

Bener..control currency dan control health system!!!!

Jadi mengapa dalam video vision 2030 saya mengatakan bahwa nanti mata uang dunia di atas tahun 2030 tidak lebih hanya 10 currency!!

Itulah mengapa kita mempromosikan e-rupiah dan rupiah berbasis emas sekarang. TIME IS NOW.

Gregetan banget ketika banyak yang masih nggak faham permainan dunia yang kita Indonesia bisa bermain di tengahnya bukan menjadi FOLLOWER apa maunya negara besar!!!

Sulit sekali untuk percaya pada kekuatan bangsanya, sulit sekali usulan  ke empat TIARA dari seorang sontoloyo di terima.

Puluhan sudah pengulangan saran yang selalu di tambah karena jika di berikan semua, kelolotan nggak bisa nelen pejabatnya.

Mulai dari SWF, printing money berbasis proyek, TINA ketika bunga bank 0%, TIARA de-dolarisasi dengan E-rupiah adalah bukan hanya untuk membangun ekonomi semata, tetapi membangun 7 pilar bernegara.

Belum lagi kalau ternyata battle space oleh Tiongkok dan Amerika diletuskan. Pasti gelagepan lagi, bingung lagi, padahal code name STAR WAR sudah diluncurkan kemarin. Beginian ada yang monitor nggak sih?  Makanya usulan e-rupiah berani di kerjakan nggak? Kita nyusul di tikungan. #peace

 

*penulis seorang pengusaha, merangkap motivator dengan julukan si bossman Sontoloyo.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini