Ketua MUI: Koperasi Cocok Jadi Wadah Pemberdayaan Ekonomi Umat

0
203

JAKARTA – EKSPLORE (25/5/2018) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin ikut mendorong terbentuknya koperasi di berbagai daerah. Ma’ruf menyebut koperasi sangat cocok menjadi wadah pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, koperasi juga berperan memutus kesenjangan.

“Wadah kelembagaan yang cocok untuk pemberdayaan ya koperasi, makanya saya bentuklah koperasi ini untuk menindaklanjuti dalam rangka menghilangkan kesenjangan, pemberdayaan ekonomi umat,“ kata Ma’ruf saat menerima kunjungan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring di kantornya di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Karena itu, menurut Ma’ruf, menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menata koperasi secara baik agar menjadi sokoguru perekonomian nasional. Ma’ruf yakin, jika masyarakatnya berkoperasi, ekonomi Indonesia tidak akan mudah tergoyahkan oleh pengaruh ekonomi global.

“Dengan penguatan ekonomi umat, koperasi sebagai lembaga yang mengantisipasi dan mendorong pengembangan itu, saya kira sudah tepat karena dari awal kita memposisikan koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional,” ujar Ma’ruf.

Ketua Umum MUI ini pun bahkan telah membentuk koperasi yang diberi nama Koperasi Mitra Santri Nasional. Ada empat bidang usaha yang ditekuninya, yakni keuangan, pemasaran, jasa, serta budidaya pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Kunjungan Meliadi ke MUI didampingi Kepala Biro Umum Kementerian Koperasi dan UKM Hadianto. Pada kesempatan itu, Meliadi mendukung penuh program yang dicanangkan Koperasi Mitra Santri Nasional tersebut. “Itu sejalan dengan program kita, misalnya LEU Mart itu kita banyak juga melakukan pemasaran. Sedangkan dari sisi pembiayaan ada dana bergulir LPDB, KUR, ada juga UMi,” papar Meliadi.

Meliadi menjelaskan, pihaknya berkomitmen melakukan reformasi total koperasi melalui tiga langkah yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan.

Dengan begitu, koperasi bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

Rehabilitasi koperasi diawali dengan pengelolaan dan pemutakhiran data koperasi, sedangkan reorientasi koperasi dilakukan dengan berbagai upaya sistematis sehingga mampu mengubah paradigma dari pendekatan kuantitas menjadi kualitas.

Untuk langkah pengembangan koperasi, pihaknya mengupayakan berbagai agenda permanen seperti mengkaji regulasi yang menghambat berkembangnya koperasi dan memperkuat akses pembiayaan dengan menyiapkan koperasi menjadi penyalur KUR.

LEU Mart di Smesco
Terkait dengan pemberdayaan umat, gayung bersambut. Koperasi Forum Wartawan Koperasi Sejahtera Bersama (Forsema) yang bermitra dengan Kementerian Koperasi dan UKM siap mendirikan LEU Mart di lingkungan Gedung Smesco Indonesia. Lokasinya di bekas Seven Eleven.

Rencana itu mendapat dukungan dari Kabiro Umum Hadianto dan Dirut Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Emilia Suhaimi. Untuk mewujudkan LEU Mart tersebut, bahkan, Emilia menawarkan bentuk kerjasama dengan Koperasi Forsema. ”Kalau perlu dalam bentuk bagi hasil,” kata Emilia saat menerima pengurus Koperasi Forsema belum lama ini. (b1)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini