Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan didampingi Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengunjungi gudang distribusi produk untuk Sukabumi Mart (S-Mart) milik koperasi di Kelurahan GedongPanjang, Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu(7/6/2020).

SUKABUMI (Eksplore.co.id) Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengajak para pelaku usaha mikro dan kecil terdampak Covid-19 untuk berkreatif dan berinovasi ditengah wabah Covid – 19. Bahkan, ia menekankan agar UMKM untuk lebih produktif, sembari mencontohkan yang dilakukan oleh pelaku UMKM di Cianjur, di mana para ibu yang memiliki usaha kuliner menyewa bersama satu tempat untuk berjualan produk makanan dan minumannya.

“Saya kira, hal itu bisa diterapkan di Sukabumi,” ucap Prof Rully saat membagikan bantuan 1.000 masker dan paket sembako di Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2020). Prof Rully meyakini untuk masyarakat Tipar bisa melakukan itu, apalagi sejak dulu daerah Tipar dikenal sebagai kawasan industri rumahan. Para pelakunya kebanyakan kaum perempuan. Jadi tentunya Tipar tak kalah dengan daerah lain yang saat ini berinovasi.

Prof Rully yang juga Komisaris Utama di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di kesempatan itu memberikan bantuan sarana Warung Kelontong bagi pelaku usaha rumahan. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali usaha rumahan milik masyarakat. “Ini merupakan program prioritas pemerintah, karena pemerintah bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat UMKM. Jadi, sangat tidak mungkin bila pemerintah tidak memperhatikan hal itu,” tandas Prof Rully.

Sukabumi Mart

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Sukabumi H Andri Setiawan Hamami mengungkapkan bahwa banyak hikmah yang didapat dari pandemi covid-19, alias tidak semua terpuruk. Salah satunya, banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang beralih ke penjualan online. “Yang tadinya gaptek, sekarang ibu-ibu mampu berjualan secara online,” kata Andri.

Menurut Andri, hal itu merupakan perubahan besar yang dilakukan pelaku UMKM di Sukabumi. Selain itu, Pemkot Sukabumi memiliki program membangun Sukabumi Mart (S-Mart) sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap UMKM. “Bantuan Pemkot tidak hanya dalam bentuk bantuan tunai saja, tapi mendorong masyarakat menjadi anggota Koperasi S-Mart agar bisa mendapat SHU,”jelas Wawalkot Sukabumi.

Pemkot Sukabumi mentargetkan satu kelurahan akan memiliki satu S-Mart dengan anggota sebanyak 1.000 orang. “Pergudangan untuk distribusi produk ke S-Mart sudah siap, tinggal jalan,” tegas Andri.

Untuk memuluskan langkah Koperasi S-Mart, Andri menjamin pihaknya tidak akan lagi mengeluarkan perijinan bagi usaha minimarket moderen dan pemerintah akan terus memberdayakan usaha-usaha milik masyarakat dan koperasi.(gus)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini