Ibu-ibu pedagang Pasar Blauran, berbincang-bincang dengan MenkopUKM Teten Masduki. (foto dok/Eksplore.co.id)

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah akan memperpanjang penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus tanpa bunga buat para korban terdampak covid-19 hingga 2021. Penerimanya adalah para ibu rumah tangga dan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Tadinya program KUR tanpa bunga itu berlaku hingga Desmber 2020.

“Mereka diberikan subsidi bunga nol persen sampai akhir tahun ini dan itu mungkin juga dilanjutkan sampai tahun depan,” kata Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede dalam diskusi secara virtual  di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Raden Pardede menjelaskan, pinjaman kepada ibu rumah tangga tanpa bunga itu merupakan bagian dari perluasan KUR untuk meningkatkan akses keuangan kepada pelaku usaha mikro.

Dalam upaya pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM, pemerintah juga merancang bantuan produktif tunai kepada 12 juta UMKM dengan anggaran Rp30 triliun. “Mereka diberikan bantuan cash secara masif untuk 12 juta (usaha mikro), sekarang lagi di-cleaning datanya,’’ katanya.

Pemerintah katanya membuat program yang membantu UMKM dan dunia usaha, termasuk program padat karya. “Intinya bagaimana kita ciptakan lapangan kerja supaya saudara kita yang kehilangan pekerjaan sebagian bisa ditampung di program padat kerja ada di pertanian, di desa dan program PUPR, Kemenhub,” kata Raden.

Realisasi Penyaluran KUR

Berapa KUR yang sudah tersalurkan? Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2020 baru mencapai Rp76 triliu. Jumlah itu  baru 40% dari plafon KUR yang ditargetkan sebesar Rp 190 triliun.

“Sekarang, (realisasi penyaluran KUR) Januari hingga Juni total plafonnya sudah Rp76 triliun menjangkau 2,22 juta debitur,” kata Airlangga, Jumat (17/7/2020).

Pemerintah, kata dia, akan melakukan akselerasi penyaluran KUR melalui teknologi digital di tengah pandemi covid-19. Salah satunya, melalui platform Digital Lending UMKM atau DigiKu.

Ia mengatakan pemerintah akan melakukan akselerasi penyaluran KUR melalui teknologi digital di tengah pandemi covid-19. Salah satunya, melalui platform Digital Lending UMKM atau DigiKu.

Melalui, platform DigiKu, bank-bank Himbara akan bekerja sama dengan platform e-commerce. Program ini akan menyelaraskan basis data mitra UMKM dengan data nasabah yang dimiliki bank Himbara. “Diharapkan ini bisa diakselerasi dengan platform DigiKu dan diharapkan UMKM bisa segera pulih dari persoalan melemahnya demand (permintaan), sehingga diharapkan awal tahun depan UMKM bisa kembali operasi dan menemukan demandnya,” tutur Airlangga.

KUR pertama kalinya diluncurkan pada Agustus 2015. Hingga Mei 2020, total KUR disalurkan ke 20,55 orang orang pelaku usaha mikro, dan kecil. Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp538,82 triliun pada Agustus 2015 sampai Mei 2020 dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 1,18%. (ban)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini