GRESIK – EKSPLORE (15/9/2018) – Teknologi digital kini sudah menjadi kebutuhan pokok tidak hanya masyarakat, tapi juga kalangan koperasi. Dengan menerapkan teknologi digital, manajemen dan layanan krpada anggota bisa lebih optimal. Itu juga sejalan dengan masuknya era disrupsi Industry 4.0.

Salah satu yang sudah menerapkannya adalah Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG). “Kami terus mengembangkan tekonologi digital dalam menjalankan usaha koperasi dan menghadapi makin ketatnya persaingan bisnis antarlembaga di era discrupsi industri 4.0,” kata Ketua KWSG Rudhy Rianto Setiawan.

Rudhy menjelaskan, untuk menjawab tantangan zaman dan persaingan usaha, mau tak mau pengurus harus inovatif dan kreatif mengembangkan kualitas SDM dan penguasaan teknologi digital. “Kami telah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan mengembangkan digitalisasi teknologi koperasi. Ini menjadi kunci agar koperasi tetap eksis dalam menghadapi perkembangan zaman,” kata Rudhy saat ditemui di Kantor Pusat KWSG, di Jalan Tauhid, Perum PTSG Tubanan, Gresik – Jawa Timur, Jumat (15/9/2018).

Saat ini, KWSG telah memiliki 7 unit usaha, yakni unit simpan pinjam, ritel (V Mart), the legend resto, perdagangan umum, unit ekspedisi, unit perdagangan bahan bangunan, dan pabrik gress board.

Ketua KWSG pengganti Edi Kartika ini optimistis, dengan digitalisasi manajemen dan layanan, KWSG dapat tampil sebagai satu koperasi yang modern di era milenial ini. Penerapan teknologi digital diputuskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017. Rekomendasi RAT tersebut, sebagian besar sudah dijalankan oleh pengurus. “Karena itulah, kami mengajak koperasi- koperasi di seluruh Indonesia memanfaatkan atau menggunakan teknologi digital tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudhy juga mengajak para kaum melenial untuk tidak segan-segan mengimplementasikan dan mengembangkan koperasi di Tanah Air. Sebab, koperasi sudah terbukti dan teruji ikut menjaga kestabilan ekonomi di saat kondisi perekonomian tengah mengalami krisis.

Produk digital yang dibuat KWSG antara lain berupa Kartu Tanda Anggota (KTA). Di dalam kartu itu juga memiliki multi fungsi dalam bertransaksi. Produk berikutnya adalah pembuatan aplikasi KWSG mobile yang dapat diakses melalui ponsel android. Dengan aplikasi ini, kata Rudhy, anggota dapat mengetahui besarnya uang simpanannya. Bahkan dengan Aplikasi KWSG mobile, setiap anggota yang tersebar di berbagai kota di Jawa bisa memanfaatkan ragam fitur transaksi.

Rudhy mengungkapkan, keberadaan digitalisasi di KWSG ini telah mampu memberikan efisiensi dalam menjalankan manajemen koperasi. Sejak adanya digitalisasi, pengurus pusat makin mudah berkoordinasi dengan para pengurus dan pengelola koperasi serta unit-unit bisnis di bawah naungan KWSG.

“Cukup dengan seperangkat teknologi, seperti android dan komputer atau lap top, kami bisa bicara langsung dengan tim dalam menjalankan koordinasi usaha. Bahkan kami juga bisa menggunakan rapat menggunakan video conference dengan berbagai cabang di daerah,” ujar Rudhy.

Dalam kesempatan itu, Rudhy juga menegaskan bahwa dengan teknologi digitalisasi koperasi tidak akan mengurangi semangat atau guyub yang dimiliki oleh KWSG selama ini. Sebaliknya, antar anggota dan pengurus makin akrab berkomunikasi melalui media sosial.

Ketua KWSG Rudhy R Setiawan di gedung pusatnya di Gresik (kamsia). (foto, dok)

Kinerja Koperasi

Saat ini KWSG telah memiliki 70 cabang untuk unit perdagangan bahan bangunan. Cabang tersebut tersebar di seluruh Pulau Jawa, dan nantinya akan dikembangkan di luar pulau Jawa.

KWSG merupakan koperasi karyawan terbesar di Indonesia dari unit bisnis PT Semen Indonesia Tbk (dulunya bernama PTSemen Gresik). KWSG juga telah masuk dalam 300 koperasi terbesar dunia versi asosiasi koperasi global, International Cooperative Alliance (ICA).

Koperasi yang berdiri sejak 1963 ini, kini telah memiliki anggota sebanyak 6.000 orang. Anggota tersebut mayoritas adalah karyawan PT Semen Indonesia. Sementara itu, total asetnya per akhir tahun 2017 telah mencapai Rp 1,245 triliun. Pada tahun ini, Rudhy menargetkan pertumbuhan aset naik sekitar 6 hingga 10 % dibanding tahun 2017. (b3)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini