KARAWANG (Eksplore.co.id) – Prof Rully Indrawan menantang kalangan mahasiswa agar kelak setelah lulus nanti tidak berorientasi sebagai pencari kerja, tapi bisa menjadi wirausaha. Sebab, berwirausaha itu nanti membutuhkan banyak tenaga kerja.

Tantangan itu diungkapkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM itu saat mrmbuka seminar nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Singaperbangsa (Himmas) dengan tema “Build a Creative and Innovative Young Enterpreneurial Spirit,” di Karawang, Jawa Barat, Minggu (20/10/2019).

Di depan ratusan mahasiswa,  Rully meminta para mahasiswa untuk ke luar dari mindset sebagai pencari kerja setelah lulus nanti, untuk menjadi wirausaha. “Menjadi wirausaha di bidang ekonomi kreatif itu potensinya sangat besar. Untuk menggali kreativitas, kita harus out of the box atau harus berbeda dengan orang lain,” kata Rully.

Dia mengungkapkan,  pertumbuhan ekonomi nasional saat ini bisa meningkat bila UMKM ditingkatkan kapasitas usahanya. Jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 99,97% usaha. Mereka mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97% dan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 60%. “Selain itu, kita akan terus mencetak wirausaha-wirausaha baru, terutama dari kalangan kampus,” ujarnya.

Prof Rully pun mencontohkan, dulu orang berjualan atau membuat sekadar ayam goreng. Tapi, saat ini, dari sekadar ayam goreng bisa dibuat dengan banyak varian dan rasa. Misalnya, menjadi ayam geprek. “Selain harus kreatif, syarat menjadi wirausaha itu juga harus memiliki rasa  optimistis yang tinggi dan percaya diri yang kuat,” tegasnya.

Menurut Prof Rully, beberapa kendala bagi pengembangan UMKM yang banyak dihadapi di masa lalu, kini sudah tidak lagi menjadi hambatan. “Sebelum 2014, suku bunga perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih sangat tinggi, yaitu 22%. Kini, sudah menjadi 7% saja. Dulu birokrasi perizinan usaha amat susah dan rumit, kini sudah bisa lebih mudah dan cepat melalui OSS,” papar Prof Rully.

Pejabat nomor dua di Kementerian Koperasi dan UKM itu mengajak semua pihak untuk bersinergi meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM di Indonesia. “Jangan sampai kita terjebak dalam angka pertumbuhan ekonomi yang tidak bermutu, yang lebih banyak disumbang sektor konsumsi ketimbang produksi,” ucap Prof Rully.

Dengan berbagai kebijakan dan program strategis dari Kemenkop dan UKM, Prof Rully berharap pelaku UMKM bisa naik kelas. “Termasuk program pembiayaan bagi UMKM, ketika sulitnya menembus akses ke perbankan. Kita memiliki program dana bergulir dari LPDB KUMKM. Itu bisa dimanfaatkan kalangan koperasi dan UMKM untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Asep Junaedi mengatakan, pihaknya sangat peduli dalam pengembangan koperasi dan UMKM di Karawang. “Kita akan memiliki gedung galeri produk khas Karawang, sebagai sarana pemasaran dan promosi produk pelaku KUMKM di Karawang,” kata Asep.
Menurut dia, pusat oleh-oleh khas Karawang itu dikelola Koperasi Pemuda Karawang Sejahtera, yang anggotanya didominasi kalangan pemuda yang memiliki usaha. “Untuk permodalan, para wirausaha pemula di Karawang bisa memanfaatkan dana dari Lembaga Keuangan Mikro dan KSP dengan bunga sangat rendah,” ucap Asep.

Wakil Rektor I  Bidang Akademik Universitas Singaperbangsa Karawang Sulistyo Sidik Purnomo menambahkan, industri kreatif bisa menjadi ciri khas Karawang ke depan. “Karawang adalah pintu terdepan dari ibukota negara. Oleh karena itu, seharusnya Karawang bisa lebih berkembang ketimbang daerah lain,” pungkas Sulistyo.

Seminar itu sendiri menghadirkan dua wirausaha yang sudah lebih dulu sukses mengelola usahanya. Yaitu, owner Krisna Pusat Oleh-oleh Bali Ajik Krisna dan Agung Prasetyo, pemilik franchise Ayam Geprek Juara. (bs1)

Foto: Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan membuka seminar nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Singaperbangsa (Himmas) dengan tema “Build a Creative and Innovative Young Enterpreneurial Spirit”, di Karawang, Jawa Barat, Minggu (20/10). Acara dihadiri Wakil Rektor I  Bidang Akademik Universitas Singaperbangsa Karawang Sulistyo Sidik Purnomo dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Asep Junaedi. (Foto ist)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here