Jakarta (Eksplore.co.id) Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Halim Alamsyah dalam diskusi webiner tentang new normal dan mitigasi perbankan saat wabah Covid – 19 hari ini di Jakarta, mengatakan, kata kunci keberhasilan recovery ekonomi tidak bisa tergantung kepada pemerintah. Tapi peran serta masyarakat sangat penting bagaimana bersama – sama dalam menanggulangi wabah Covid – 19. Semasih penanggulangan pandemi ini terhambat dan belum terselesaikan otomatis proses pemulihan ekonomi juga mengalami pelambatan. “Saya rasa ini menjadi tantangan yang sangat berat dan tidak semua masyarakat memahami apa yang terjadi. Untuk perlu kita sama – sama memiliki tanggung jawab,”ucapnya.

Meskipun demikian, Ketua Dewan Komisioner LPS menyakini, ada rasa optimis Indonesia bisa dengan cepat keluar dari masalah itu. Dikarenakan ada pihak luar negeri yang melihat, bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sedikit akan cepat melakukan recovery ekonomi. Penilaian ini diberikan oleh para pengamat Internasional selama ini yang melihat perkembangan recovery yang dilakukan oleh berbagai negara termasuk Indonesia.
Namun keberhasilan dalam recovery ekonomi itu, menurut Halim Alamsyah, tergantung kembali kepada bagaimana kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia secara tepat, baik dari sisi planing, size, komunikasi dan implementasinya. Jadi semua itu dikembalikan kepada bagaimana kebijakan penanggulangan pandemi Covid – 19 selama ini.

Meskipun pemerintah Indonesia menjalankan recovery ekonomi sesuai rencana yang tepat, namun pemerintah juga masih dihantui dengan ketidak pastian ekonomi global kedepan. Diantaranya perang dagang Amerika Serikat dan China, suku bunga mata uang asing yang negatif, harga minyak yang terus tertekan, geo politik ketegangan di Hongkong dan lain – lain. Hal itu dinilai bagi Indonesia merupakan risiko ketidakpastian ekonomi, terutama akibat pelambatan sektor riil, efektifitas restrukturisas kredit serta kemauan dan kemampuan perbankan sendiri dalam ekspansi kredit dalam sektor riil. “Akibat ini semua akan terjadi perubahan baru pada diri masyarakat untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi situasi yang demikian,”terang Halim.

Kondisi Masyarakat

Selain dihadapkan dengan situasi dan kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidak pastian, Halim Alamsyah, melihat ketenangan masyarakat Indonesia sehingga keadaan menjadi stabil. Hal ini tercermin pada data – data yang ada terutama data simpanan yang ada di bank secara keseluruhan dana pihak ketiga (DPK) masih tumbuh, bahkan dalam bulan April dan Mei 2020 pertumbuhan DPK masih terus naik. Meskipun diakui dalam komposisi yang ada sekarang ini masyarakat cenderung konservatif, seperti penggunaan uang kartal itu lebih sedikit dan konsumsinya menurun, tapi tetap masyarakat menempatkan dananya di perbankan. Dengan demikian masyarakat masih memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada perbankan. Apalagi perbankan selama ini dijamin oleh LPS. (GUS)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini