REVOLUSI adalah perubahan cepat /drastis, sedangkan aqlak adalah esensi kolaborasi iman dan taqwa, yang berangkat dari suatu kepercayaan atau keimanan terhadap TYME tentang konsistensi terhadap ketaatan dalam menjalankan perintah kebaikan dan menjauhi atau menghindari larangannya.

Kemudian dari fondasi ini, diimplementasikan dengan tekad amar ma’ruf nahi munkar, menegakkan kebaikan dan melawan keburukan.

Menjadi sangat relevan terkait fenomena dan fakta saat ini yang memang negara kita dalam keadaan tidak baik-baik saja, baik dalam tata kelola negara demokrasi modern, negara republik yang mengutamakan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat, serta bukan negara monarki, kerajaan, dinasti maupun oligarki.

Secara vulgar telah terjadi demoralisasi banyak stake holder, terutama aparat penegak hukum yang melanggar tata kelola penegakan hukum baik secara prosedural maupun produksional.

Sisi lain seperti penyalahgunaan anggaran negara untuk membayar influenser dan buzzer, serta penggunaan UU ITE terutama ditujukan terhadap lawan politik, jelas-jelas telah menjalankan praktek jahat yang tidak bisa dibiarkan.

Belum lagi cara berkolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam penyimpangan dan perselingkuhan waktu, materi maupun penyelenggaraan pembuatan undang-undang.

Setidaknya telah terjadi kecurangan dan penyimpangan pemerintah dan DPR, terkait produk ketatanegaraan, open government demokrasi modern, etika politik, kemanusiaan dan keadilan sosial. Hal Itu jelas telah mencederai prinsip kepentingan dan kesejahteraan bersama / umum, seperti yang telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Praktik-praktik jahat seperti tidak dicabut atau tidak dihilangkanya agenda pembahasan RUU HIP / BPIP dalam Prolegnas, telah disahkanya UU Minerba, UU Keuangan Covid, UU Omnibus Law, selayaknya menjadi hal yang sensitif dan curiga atas persekongkelan antara badan-badan ekskutif, legislatif dan yudikatif ini.

Dengan kata lain, kita harus bersama-sama peka dan peduli serta mengkritisi hal ini, demi hukum dan masa depan bangsa / rakyat Indonesia.

Jakarta, 15 November 2020

*Sugengwaras, ketua Aliansi Profesional Indonesia Bangkit (APIB) Jawab Barat

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini