JAKARTA (Eksplore.co.id) — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) ingin menjadikan Smesco Indonesia sebagai pusat layanan (one stop services) bagi kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Dalam rancangan ulang Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, setidaknya ada sembilan peran dan fungsi yang bisa dilakukan oleh Smesco Indonesia. Kesembilan peran dan fungsi tersebut meliputi; makerspace (studio produksi), consulting area (pusat konsultasi bisnis), retail gallery (tempat penjualan produk), co-working area (tempat kerja produksi).

Lalu, legal corner (tempat konsultasi hukum bagi UMKM), education (tempat pelatihan bagi UMKM), link & match (tempat untuk mempertemukan para UMKM dengan para pembeli, distribusi, teknologi, juga investasi), F&B (pusat kuliner UMKM), dan area event (tempat penyelenggaraan berbagai event untuk memasarkan produk UMKM). Kesembilan rumusan itu merupakan hasil focus discussion group (FGD)  yang mellibatkan Kementerian Koperasi dan UKM, Smesco Indonesia, dan sejumlah penggerak UMKM, baik dari kalangan akademisi praktisi, creator.

FGD tersebut diinisiasi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Jumat (15/11/2019). Smesco Indonesia dikelola oleh badan usaha khusus di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi,  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LLP-KUMKM).

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop), Teten Masduki, mengatakan pihaknya akan mendesain kembali format Smesco Indonesia sehingga menjadi tempat pemasaran produk UKM yang diminati pasar domestik atau luar negeri. “Smesco harus didesain ulang agar produk UKM mampu masuk pada global value chain, dengan begitu daya saing produk UKM ini bisa betul-betul bersaing di pasar domestik atau pasar luar negeri,” kata Teten di gedung Smesco Indonesia, Jakarta, usai FGD.

Teten menjelaskan, saat ini Smesco Indonesia menyediakan paviliun dari seluruh propinsi, namun masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan pengunjungnya terbilang sepi pada hari biasa kendati produk yang dijajakan berkualitas. 

“Saya sengaja minta masukan dari penggerak ekonomi sektor UKM karena mereka yang lebih tahu. Kalau nanti sudah terbentuk, saya yakin akan mengubah aktivitas di Smesco, kan sekarang ini masih banyak ruangan kosong. Nah ini akan kami coba rumuskan ulang agar bisa dioptimalkan,” tutur mantan kepala Staf Kepresidenan ini.

Dalam tanya jawab dengan media, terungkap bahwa sebetulnya konsep one stop services itu sudah lama dijalankan oleh LLP-KUMKM. Namun, Teten bertekad peran dan fungsi Smesco tersebut dapat dioptimalkan lagi. Smesco Indonesia bisa menjadi tempat berkumpul atau tujuan wisata belanja bagi masyarakat khususnya yang ingin berbelanja produk-produk unggulan UKM dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Ini akan jadi tempat pusat konsultasi dari hulu ke hilir (bagi pelaku UKM), retail gallery sudah ada tapi nanti juga ada (spot) untuk kurasi produk sehingga bisa memberikan penguatan pada brand lokal. Kami punya ambisi Smesco menjadi pusat peradaban baru UKM,” katanya. (bs2)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini