Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengemukakan pelarangan penangkapan benih lobster tidak menguntungkan nelayan.

JAKARTA (Eksplore.co.id)-Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengemukakan pelarangan penangkapan benih lobster tidak menguntungkan nelayan. Karena, benih ini dijual kepada pengusaha besar dengan harga murah, sedangkan harga tinggi diperoleh pengusaha besar dengan mengekspor ke Vietnam.

“Lobster itu cara ngambilnya hanya nelayan-nelayan dengan perahu kecil. Ambil bibit di jermal-jermal pakai lampu saja. Pengambilan bibit bisa diindustrialisasi dengan pasang-pasang lampu jermal,” katanya pada Jumat (24/4/2020).

Dari perburuan benih lobster berdampak para nelayan hanya bisa memperoleh lobster besar seberat 50 kilogram (kg) saja sekarang. Jika ini dibandingkan pada 2001 nelayan masih dapat memperoleh lobster besar seberat 5-7 ton per hari.

Susi menyayangkan atas perubahan sejumlah aturan yang diterbitkannya oleh Menteri KKP yang sekarang seperti pencabutan larangan penangkapan benih lobster.

Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) Nomor 56 Tahun 2016. Pasal 5 menyebutkan, ketentuan tersebut dikecualikan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengembangan.

Kemudian, pasal 7 ayat (3), bagi yang mengeluarkan lobster, kepiting, dan rajungan dengan kondisi yang tak sesuai bisa dikenakan sanksi. “Saya akan suarakan pendapat untuk reminding everyone,” ujarnya.

Menteri KKP Edhy Prabowo berdalih sejumlah peraturan menteri yang lalu akan dirubahnya termasuk Permen 56 Tahun 2016. Karena, penerapan ini masih mengalami kebuntuan.

“Salah satu yang buntu itu ya seperti komunikasi dengan nelayan yang protes dianggap dibiayai. Contoh-contoh itulah kita enggak bisa buka semuanya,” ujarnya. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini