BAU-BAU (Eksplore.co.id) – Dukungan moral terhadap Muh Said Didu terus mengalir pasca tuntutan Kemenko Maritim dan Investasi agar minta maaf kepada Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Kali ini dukungan berasal dari para Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

“Saudaraku Muhammad Said Didu. Anda tidak perlu ragu dan gentar. Hadapi tantangan kelompok LBP dengan jiwa kesatria karena kami yakin anda adalah seorang petarung dan nasionalis sejati dari tanah Sulawesi yang merupakan titisan salah satu Pahlawan Nasional yang bergelar Ayam Jantan dari Timur,” tutur Ruslan Buton
Panglima Serdadu Eks Trimatra.

“Demi Allah…, demi Rakyat dan Bangsa Indonesia, kami para prajurit TNI non aktif dari tiga Matra (Darat, Laut dan Udara) yang di singkat Serdadu Eks Trimatra Nusantara yang didukung penuh oleh para jenderal purnawirawan nasionalis sejati serta seluruh rakyat pribumi yang peduli bangsa siap mengawal anda dari berbagai ancaman maupun intimidasi dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Tetap semangat, teruslah suarakan kebenaran dan keadilan demi tetap tegaknya NKRI yang sangat kita cintai ini demi generasi dan anak cucu kita,” kata Ruslan melanjutkan, seperti diungkapkan dalam rilis yang diterima Eksplore, Selasa (14/4/2020).

Melalui stafnya di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut mengggugat Said Didu karena dinilainya telah menyebarkan kata provokasi. Salah satunya adalah terkait tayangan video YouTube Said Didu yang diunggah pada 27 Maret 2020. Video tersebut diberi judul “Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang”. Tayangan itu merupakan hasil wawancaranya dengan wartawan senior Hersubeno Arief.

Sebelumnya dukungan moral juga dilayangkan sekurangnya 129 praktisi hukum yang tergabung dalam Tim Advokasi Suluh Kebenaran (TASK). Juga oleh Prof Dien Syamsudin, ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Belakangan, oleh pendukung LBP, Dien dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mengumbang ujaran kebencian dan dan provokasi.

Ruslan bertutur, “kami sangat kagum, hormat, dan bangga kepada saudara M Said Didu yang telah berani dengan lantang menyuarakan kebenaran dan mengungkap tabir kepalsuan yang selama ini terbungkus rapih oleh pengendali rezim ini. Kami yakin dan percaya pernyataan anda tentang kinerja bung Luhut Binsar Panjaitan (LBP) bukanlah untuk mencari popularitas atau panggung politik, akan tetapi sebuah bentuk kepedulian yang menjadi panggilan jiwa anak bangsa yang ingin menyelamatkan bangsanya dari hegemoni para jongos yang ingin menguasai republik ini demi ambisi pribadi dan kelompoknya.”

“Anda,” masih kata Ruslan, “sudah membangunkan dan menyadarkan seluruh rakyat pribumi yang waras dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda-beda untuk bangkit melawan kezaliman. Rakyat pribumi yang selama ini merasa asing di negeri sendiri karena banyak kebijakan konyol Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjelma menjadi malaikat pencabut nyawa bagi siapapun yang merintangi ambisinya.”

Di setiap persoalan yang terjadi di negeri ini, tutur para Serdadu eks Trimata Nusantara, LBP selalu hadir bak pahlawan. Namun bukan hadir untuk memberikan solusi, akan tetapi menebar ancaman dengan penuh kesombongan dan keangkuhannya yang membuat rakyat waras menjadi muak dan jijik mendengar namanya. Entah dendam apa yang terpendam dibenaknya sehingga ia begitu memusuhi bangsanya sendiri.
“Kebijakannya selalu tidak berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara dan lebih condong membela kepentingan aseng dan asing terutama Negara Komunis Cina,” kata Ruslan.

Kepada LBP yang disebutnya sebagai menteri ASU (Atasi Segala Urusan), Ruslan mengungkapkan, dia dan teman-temannya adalah bukan lagi sebagai prajurit aktif. Namun mereka menyatakan memiliki jiwa nasionalis untuk bangsa Indonesia tidak akan pernah luntur dan tidak akan bisa tergadaikan oleh iming-iming harta, jabatan, ataupun hal lain yang bisa mengubah pendirian untuk menjadi penjilat dan pengkianat bangsa.

“Tak terbersit sedikitpun bagi kami untuk menjadi pengkianat bangsa. Kami diberhentikan dari kedinasan bukan atas pengkianatan atau kesalahan secara menyeluruh, namun tidak sedikit di antara kami yang menjadi tumbal pimpinan dan para jongos yang hanya ingin mengamankan pangkat, karir, dan jabatannya dengan mengorbankan prajurit tingkat bawah seperti kami. Biarlah itu semua menjadi masa lalu yang insyaa Allah tidak akan pernah kami sesali sebagai dinamika kehidupan. Namun Etika Prajurit dan Jiwa Sapta Marga kami masih tetap melekat,” ujarnya.

Kendati demikian, masih ada sebertik harapan dilayangkan kepada LBP. Berperanlah untuk ikut menyelamatkan kemelut bangsa ini yang sedang dilanda krisis ekonomi dan wabah virus corona. Tunjukkan kepada rakyatmu bahwa ternyata anda bukanlah jenderal penjilat dan pengkianat. “Dan kamipun akan berada di barisan anda untuk bersama menyelamatkan NKRI. Dan bila anda tidak mampu mengemban amanah ini, kami mohon agar anda berjiwa ksatria dan legowo melepaskan jabatan anda sebagai Menteri,” kata Ruslan dari Bau-bau, Sulawesi Tenggara.

Di akhir pesannya, Ruslan mengaku siap mewakafkan jiwa raganya sebagai tumbal bangsa demi tegaknya NKRI. “Saudaraku para Serdadu Eks Trimatra Nusantara, bila suatu saat saya tidak ada berita, artinya genderang perang untuk berjihad menyelamatkan bangsa sudah ditabuh, maka ubahlah perangaimu menjadi harimau dan monster yang kelaparan yang siap memangsa para pengkianat bangsa,” kata pensiunan tentara ini mengakhiri pesannya. (bn2)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini