JAKARTA (Eksplore.co.id) – Ini memang ironis di saat pemerintah sedang bagi-bagi dana pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 triliunan rupiah. Ternyata para petugas paramedis yang menangani covid-19 di sejumlah rumah sakit di Jakarta belum menerima insentif seperti yang pernah dijanjikan pemerintah pusat.

Seperti yang dilaporkan Antara, di antara rumah sakit yang paramedis covid-19 belum menerima insentif khusus itu adalah RSUD Koja di Jakarta Utara dan RSUD Pasar Minggu di Jakarta Selatan.

“Iya belum. Kalau kami dari Maret 2020 mestinya sudah mulai terhitung diberi insentif sampai saat ini. Persyaratan sudah, kemudian sampai saat ini personel untuk kami di RSUD Koja itu sama sekali belum diterima karena masih proses mungkin,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja Ida Bagus Nyoman Banjar di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Ia mengaku seluruh petugas medis di rumah sakitnya belum menerima insentif sejak Maret 2020 hingga saat ini, namun data-data yang dibutuhkan seperti fotokopi nomor rekening, kartu pegawai, termasuk surat pertanggungjawaban (SPJ) disebutkannya telah masuk.

Banjar menuturkan, dana insentif yang berasal dari pemerintah pusat tersebut tidak diberikan melalui RSUD Koja, tapi prosesnya akan dikirimkan lewat Pemprov DKI dan akan langsung diterima oleh seluruh petugas medis di RS.

Menurut Banjar, dana tersebut dari pusat ke Pemprov DKI melalui badan pengelolaan keuangan daerah (BPKAD) langsung ke personel. Jadi tidak lewat keuangan RS. ‘’Jadi itu kan butuh proses, memang sudah berjalan lima bulan ini dan mungkin karena Pemprov DKI harus buat perda dan aturan lain, karena dia menerima BOK (bantuan operasional kesehatan) baru dari kementerian, jadi mungkin masih proses,” ujar dia.

Hal senada juga dilontarkan Direktur Utama RSUD Pasar Minggu Yudi Amiarno. Dia membenarkan belum cairnya dana insentif untuk tenaga medis dan dokter di tempatnya bekerja. “Iya benar, belum keluar. Untuk jelasnya mungkin bisa ditanyakan ke Dinkes,” kata Yudi saat dihubungi.

Adapun besaran insentif yang diberikan untuk tenaga medis maksimal dalam sebulan yaitu, dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp10 juta, bidan atau perawat Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Pemberiannya sendiri dilakukan secara proporsional atau disesuaikan dengan waktu jaga atau kerja semisal untuk dokter spesialis dalam 30 hari, hanya masuk satu hari, sehingga perhitungannya satu berbanding 30 dikalikan Rp15 juta, begitu seterusnya. (ban)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini