Jakarta, (Eksplore.co.id) – Pasca bentrokan dua ormas yang menewaskan 1 orang di kampus Universitas Krisnadwipayana (Unkris) pada Selasa lalu (31/08/2021), membuat aktivitas kampus yang berada di Pondok Gede – Bekasi – Jawa Barat tersebut kini kembali berjalan normal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber serta pernyataan dari Kasie Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, menyatakan, kejadian kemarin merupakan bentrokan antara pihak keamanan dari rektor yang baru Yayasan Prakasa Purna Mandiri dengan pihak luar kampus.

Peristiwa bentrokan itu berawal ketika sejumlah petugas keamanan yayasan kampus sedang makan di areal Kampus Unkris tiba-tiba diserang oleh sekitar 70 orang. Akibat bentrokan membuat sejumlah kampus tersebut rusak sedang.

Erna juga menambahkan, kejadian bentrokan di Unkris merupakan imbas dari aksi unjuk rasa mahasiswa yang menyatakan sikap terkait dengan surat pemberhentian Abdul Rivai, yang dibuat oleh yayasan saat ini. Sehingga, hal itu memicu polemik di kampus tersebut. Bahkan, mahasiswa juga menuntut kepastian hukum tentang pemberhentian Abdul Rivai sebagai Rektor Unkris atas tuduhan penggunaan dana tanpa seizin yayasan.

Menanggapi kejadian tersebut serta kronologis mengapa Abdul Rivai di berhentikan menjadi rektor, pihak Unkris memberikan klarifikasi serta dalam peryataan publiknya melalui Dr Jack R. Sidabutar, S.H, M.M, M.Si selaku humas Yayasan Unkris,berikut isi peryataannya yang diterima oleh redaksi eksplore.co.id, Kamis (2/09/2021):

Rektor Unkris Dipecat Karena Tindak Pidana Keuangan

Kronologis.

1.Tanggal 28 /8/ 2020 : Warek II melaporkan pada Yayasan adanya pembelian ruko di Jl. Pangkalan Jati Kelurahan Cipinang Melayu yang dilakukan oleh Rektor Dr. Abdul Rivai, SE, MSi dengan menyertakan bukti pengeluaran kas.

2.Tanggal 01/09/2020 : Hasil temuan tiem investigasi yayasan dikonfrontir dengan Rektor, para Warek dalam rapat khusus dan oleh Rektor mengakui secara terus terang, bahwa Rektor Dr. Abdul Rivai, SE, MSi telah membeli 1 Unit Ruko dan dibuat atas nama Abdul Rivai sebagai pembeli pribadi selanjutnya atas pembelian ruko tersebutdan pembayaran DP rencana pembelian tanahdan bangunan restoran sangkurriang di Jl. Jatiwaringin Raya, maka telah merugikan keuangan Yayasan Unkris sebesar Rp. 5.880.000.000.

3.Tanggal 01/09/2020: Ketua Pembina Yayasan Unkris atas temuan tiem investigasi tersebut dan pengakuan Abdul Rivai sebagai Rektor yang telah membeli scara pribadi tanpa diketahui dan seijin pembina Yayasan Unkris, secara nyata telah melanggar pasal 72, Pasal 77 Statuta Unkris tahun 2019 dan pasal 6 (ayat 3) AD/ ART Unkris dan karena hal ini telah terbukti dan atas pengakuan Abdul Rivai, maka pembina Yayasan Unkris menonaktifkan Abdul Rivai sebagai rektor dan memberikan waktu 3 (tiga) bulan untuk dapat menyelesaikannya, dilanjutkan SK. No/SK/P/YU/IX/202.

4. Tanggal 11/ 09/2020 : Diadakan rapat koordinasi organ yayasan yang terdiri dari organ pembina, organ pengurus, dan organ pengawas dengan materi rapat membahas tentang pembelian ruko yang dilakukan Rektor Abdul Rivai dan dari hasil rapat didapatkan keterangan bahwa pembelian tersebut tidak sepengetahuan dan ijin yayasan.

5.Tanggal 05 /10/2020: Rapat gabungan yayasan, rapat memutuskan membentuk tiem penggunaan dan penyelesaian asset Yayasan Unkris berupa ruko dan DP rencana pembelian tanah dan bangunan diatasnya.

6.Tanggal 21/1/2020 : Gugatan melalui PTUN untuk membatalkan SK No.35/SK/P/YU/IX/2020 tanggal 15 September 2020 tentang pemberhentian sebagai rektor telah didaftarkan melalui pengacara dan telah terdaftar dengan perkara No. 24/G/2021/PTUNjkt:

7.Tanggal 23/02/2021: I dari Abdul Rivai melalui kuasanya mencabut gugatannya pada PTUN padahal gugatan ini sudah memenuhi jalur hukum untuk membuktikan apakah pemberhentian yang dilakukan Yayasan Unkris itu sah / tidak dengan lewatnya 90 (Sembilan puluh) hari setelah penerbitan SK pemberhentian tersebut, maka pemberhentian yang dilakukan Yayasan Unkris telah sah menurut hukum. Sampai saat ini ruko, masih berada dalam penguasaan Abdul Rivai dan sering dipergunakan untuk pertemuan – pertemuan. Atas waktu yang diberikan selama 3 (tiga) kali diundang rapat untuk menyelesaikannya namun tidak pernah digubris dan kunci ruko tak pernah diserahkan pada Yayasan Unkris yang terlihat tidak ada etika baiknya untuk diselesaikannnya.

8.Tanggal 15/03/2021 : Atas dengan tidak adanya etikat baik Abdul Rivai untuk menyelesaikan, maka karena perbuatannya telah merupakan tindak pidana sebagai yang diatur dalam pasal 374 dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan, maka pihak yayasan telah melaporkan Abdul Rivai pada Polres Bekasi dengan Laporan Polisi No.LP/725/K/III/SPKT/2021/RESTRO Bekasi Kota Tanggal 15/03/2021.

9.Tanggal 24/8/2021 : Menjelang Pemanggilan Abdul Rivai terlibat ada gerakan sekelompok kecil Mahasiswa dan orang – orang non Mahasiswa dengan pengajuan tuntutan Abdul Rivai adalah rektor sah dan demo tersebut tidak dilakukan secara prosedur karena tidak mengajukan jalur resmi, karena tidak sepengetahuan dan ijin BEM dan DPM Unkris.

10.Tanggal 27/08/2021/ : Surat Panggilan oleh Polres Bekasi untuk hadir dalam pemeriksaan pada tanggal 30/08/2021.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini