Yogyakarta, (Eksplore.co.id) Dampak wabah Covid – 19 yang melanda masyarakat global berimplikasi kepada sebagian besar masyarakat Indonesia. Tak tanggung – tanggung berbagai sektor publik yang ada selama ini baik kesehatan, sosial dan ekonomi terpaksa mengalami kerugian. Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan – Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MEK), Herry Zudianto, dalam Covid – 19 Talk dengan tema Prospek Usaha Pasca Pelonggaran PSBB yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Covid – 9 Comand Center dan LAZISMU kemarin, (11/ 06/2000) di Yogyakarta, menegaskan, dalam kondisi seperti ini bisa dijadikan momentum bagi prospek peluang usaha kedepan.

Diakui oleh Herry selama adanya pandemi, ia telah melakukan polling kecil – kecilan di media sosial terkait dampak pelaku usaha akibat dari wabah Covid – 19 setiap minggu. Di polling tersebut, 20% responden menjawab kegiatan usahanya masih membaik, yaitu sektor telekomunikasi, obat – obatan dan kebutuhan barang pokok. Sementara sisanya 80 persen responden memberikan penilaian buruk dimana mereka yang saat ini omzetnya dibawah 50 %. Namun beberapa minggu kemarin dia melakukan polling kembali, ternyata telah terjadi perubahan yang signifikan dimana kalimat yang membaik itu berlahan – lahan meningkat. “Saya rasa ini adalah harapan bersama. Terus terang kegiatan manusia tanpa ada kegiatan manusia yang normal itu juga sia – sia saja,”terangnya.

Kembali pada prospek usaha, Herry menambahkan, sangat setuju sekali adanya covid 19 ini menjadi momentum Indonesia bisa dan sekaligus momentum stop import. Bahkan juga merupakan momentum bagi pemerintah untuk melakukan political will. Terus terang, katanya, Indonesia bisa untuk memenuhi segala kebutuhan mulai pertanian, pemenuhan peralatan APD (alat perlindungan diri) dan sebagainya. Tentunya itu semua bagi Muhammadiyah juga bisa memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan itu.

Apalagi di Muhammadiyah, pada Muktamar di Makassar – Sulawesi Selatan tahun 2015 telah mencanangkan pilar ketiga, yaitu ekonomi. Ini sebenarnya menjadikan momentum yang luar biasa bagi persyarikatan dimana Muhammadiyah yang selama ini berjamaah dari sisi pendidikan, kesehatan dan keagamaan, bagaimana mampu berjamaah dari sisi ekonomi.

“Hal inilah yang menjadi dasar Muhammadiyah beberapa tahun yang lalu membentuk Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM). Terkait kondisi seperti ini merupakan momentum bisa yang bisa dimanfaatkan oleh JSM dan Muhammadiyah dalam berjamaah dari sisi ekonomi,” tandas Herry.

Maka Herry menyarankan adanya gerakan – gerakan ayo beli produk saudara kita yang bisa diajak jejaring ekonomi di Muhammadiyah. Seperti yang akan datang, kita akan membicarakan tentang adanya anggota JSM dari Jawa Timur yang memproduksi telur bersekala besar nasional, bagaimana kita berjejaring bisnis bersama – sama. Tentunya di Muhammadiyah seperti ini sangat banyak sekali. “Saat inilah momentum bagi kita semua untuk bela dan beli atau tuka – tuku produk Muhammadiyah dan sekaligus membangkitkan ekonomi local dan kearifan local,”kata Herry. (Gus)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini