“Pungutan iuran kepada pekerja asing dilakukan lantaran asas gotong royong yang digunakan dalam Tapera, pasalnya pekerja tersebut bekerja dan mendapatkan penghasilan dari Indonesia,” Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam video conference, Jumat (5/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat pemerintah bakal memungut dana sebesar 2,5 persen dari gaji per bulan dan 0,5 persen iuran yang dibebankan kepada pemberi kerja untuk membiayai kepemilikan rumah bagi peserta penerima manfaat Tapera.

“Pungutan iuran kepada pekerja asing dilakukan lantaran asas gotong royong yang digunakan dalam Tapera, pasalnya pekerja tersebut bekerja dan mendapatkan penghasilan dari Indonesia,” Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam video conference, Jumat (5/6/2020).

Pekerja asing dapat mencairkan dana yang ditabungkan di Tapera setelah tiga tahun bekerja dan akan pulang ke negaranya. Dia mendapat nomor pendaftaran yang tercantum di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kepesertaan BP Tapera meliputi aparatur sipil negara (ASN), Polri dan TNI, pegawai BUMN, BUMD, dan BUMDes, hingga pekerja swasta dan pekerja mandiri. Untuk ASN atau PNS pemungutan iuran diberlakukan mulai Januari 2021.

Kemudian, pekerja di BUMN, BUMD, BUMDes, TNI. dan Polri. Untuk karyawan swasta atau informal didaftarkan paling lambat tujuh tahun sejak BP Tapera beroperasi. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini