Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa akan menjatuhkan sanksi administrasi kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo) tahap kedua yang berlaku sampai 25 Mei 2020.

SURABAYA (Eksplore.co.id)-Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa akan menjatuhkan sanksi administrasi kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo) tahap kedua yang berlaku sampai 25 Mei 2020.

Sanksi itu seperti penahanan waktu perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) selama enam bulan dan penangguhan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

“PSBB fase kedua tindakan yang diambil akan lebih tegas,” katanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5/2020) malam.

Sebelumnya, Pemprov Jatim menerapkan PSBB tahap pertama bersifat edukasi dengan sanksi ringan dari 28 Maret 2020 hingga 11 Mei 2020. Kebijakan ini belum dicapai tujuan pemberlakukan PSBB.

“Beberapa indikator keberhasilan PSBB berdasarkan Permenkes 9 tahun 2020 seperti penurunan jumlah kasus Covid-19, penurunan angka kematian kasus Covid-19, dan tidak ada penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal,” ujarnya.

Sekedar informasi, Kota Surabaya mengalami 667 kasus positif Covid-19 sampai sekarang. Dari angka itu sebanyak 80 orang meninggal dunia atau tertinggi dibandingkan 38 kabupaten dan kota di Jatim.

Keputusan perpanjangan PSBB Surabaya adalah kesepakatan Gubernur Jatim bersama tiga kepala daerah Surabaya Raya setelah rapat di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Sabtu (9/5/2020) sore.

Tiga kepala daerah itu adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Pemkot Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini