“Jumlah penduduk miskin di Indonesia bisa meningkat sekitar 5,6 juta hingga 9,6 juta atau meningkat 2,1% hingga 3,6%,” kata Ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn dalam video conference, Selasa (2/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Bank Dunia berpendapat stimulus yang diberikan pemerintah untuk konsumsi tidak mampu mengurangi angka kemiskinan akibat pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

 

Apalagi, stimulus bagi sektor informal belum dikucurkannya. “Jumlah penduduk miskin di Indonesia bisa meningkat sekitar 5,6 juta hingga 9,6 juta atau meningkat 2,1% hingga 3,6%,” kata Ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn dalam video conference, Selasa (2/6/2020).

 

Penurunan konsumsi berujung pertumbuhan ekonomi melambat hingga di bawah 5%. Malahan, ini bisa mencapai 0%.

 

“Jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung lebih lama, yaitu selama empat bulan, pertumbuhan ekonomi bisa terkontraksi atau tumbuh -3,5%,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui besaran nilaibantuan sosial (bansos) yang dikucurkan pemerintah tidak dapat mengembalikan tingkat konsumsi

 

Jika nilai konsumsi nasional sebesar Rp9.000 triliun pada 2019 yang sebesar Rp5.000 triliun berasal dari Jawa, maka bansos Rp110 triliun tidak bisa menggantikan penurunan tersebut. “Sebesar 57% ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi atau setara Rp 9.000 triliun,” ujarnya. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini