JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) Pontjo Sutowo dalam bedah buku Menggalang Ketahanan Nasional Dengan Paradigma Pancasila dengan tema ‘Dampak Semesta Covid-19 Terhadap Perdamaian – Keamanan Global dan Ketahanan Nasional Indonesia’, (19/8/2020) di Jakarta, mengatakan pandemi yang disebabkan virus Covid – 19 merupakan ancaman keamanan negara.

Menurut data Worldometers (17 Agustus 2020), kata Pontjo, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan 21,8 juta orang lebih terinfeksi di seluruh dunia, 772.751 orang di antaranya telah meninggal dunia. Di Indonesia sendiri, 141.000 orang dinyatakan positif terinfeksi, dan 6.207 meninggal dunia. Pandemi Covid-19 juga tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat semata, namun juga memporak-porandakan aspek ekonomi, sosial, politik, budaya (kultural), bahkan telah mengubah tatanan global. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Filipina, bahkan sudah masuk ke dalam resesi ekonomi.

“Dan Indonesia sendiri, sudah mengalami konstraksi ekonomi kurang lebih minus 5%,”terangnya.

Melihat dampaknya yang sangat besar bagi kehidupan, pembina YSNB menegaskan penanganan yang ada, tidak cukup dilakukan hanya melalui upaya kesehatan semata serta tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Harus menjadi tanggung jawab dari seluruh rakyat Indonesia sebagaimana Sistem Pertahanan Negara yang bersifat semesta sebagaimana ketentuan pasal 1 Undang Undang Nomor: 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara.

Sangat disayangkan, sekalipun sistem ini bersifat semesta, namun ternyata usaha yang dilakukan dalam mewujudkannya belum bersifat total, terpadu, terarah, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya.

Sementara itu Mayjen TNI (Purn) I Dewa Putu Rai menilai, pandemi Covid-19 telah merubah tatanan global. Organisasi regional telah berkurang perannya sehingga memaksa negara bangsa harus berjuang sendiri menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini membuat bangsa ini perlu segera memperkuat ketahanan nasionalnya. Ketahanan Nasional yang tentu saja berbasis Pancasila.

Menurut I Dewa Putu Rai, beberapa negara telah memberi inspirasi dengan keberhasilan mereka mengatasi krisis yang ada karena memiliki ketahanan budaya. Seperti negara Vietnam dan Jepang misalnya. Kenyataan ini semakin menguatkan jika buku Menggalang Ketahanan Nasional dengan Paradigma Pancasila yang tengah dibedah dalam webinar ini, memiliki landasan kebenaran dan memiliki momentum untuk diimplemetasikan.

“Pada saat ini ada 3 prioritas yang perlu segera dilaksanakan demi penguatan Ketahanan Nasional. Mereka adalah ranah mental spiritual (tata nilai), ranah political institusional (tata kelola), dan ranah material technological (ranah tata sejahtera),” kata I Dewa Putu Rai.

Sementara itu Dr. Riant Nugroho menyatakan jika keunggulan suatu negara-bangsa sebenarnya ditentukan oleh keunggulan kebijakan publiknya. Demikian pula dalam dalam penanganan Sistem Ketahanan Nasional Indonesia ataupun penanganan Pandemi Covid-19 yang kini tengah melanda.

“Pada saat ini yang kita perlukan adalah bagaimana merubah kebijakan yang biasa menjadi kebijakan yang luar biasa dengan mengedepankan bangsa.dan negara sehingga menjadi bangsa unggul dan terhindar dari krisis,” kata Riant Nugroho.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini