“Alasan perpanjangan PSBB itu lantaran Kota Bekasi merupakan salah satu kawasan yang berbatasan langsung dengan episentrum Covid-19 yakni DKI Jakarta,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Minggu (24/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot) Jawa Barat (Jabar) sudah mengajukan usulan perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap IV ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tiga hari yang lalu.

Karena, pemberlakuan PSPB tahap III akan berakhir pada 26 Mei 2020 lantaran hasil yang dicapai belum sesuai harapan Pemkot Bekasi.

“Alasan perpanjangan PSBB itu lantaran Kota Bekasi merupakan salah satu kawasan yang berbatasan langsung dengan episentrum Covid-19 yakni DKI Jakarta,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Minggu (24/5/2020).

Rahmat tidak menyebutkan berapa lama perpanjangan PSBB yang diajukan Pemkot Bekasi ke Pemprov Jabar. Namun, dia menyebutkan pemberlakukan ini tidak lepas dari kondisi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjadi episentrum terutama Jakarta.

“PSBB tak bisa dilepas begitu saja meski jumlah kasus Covid-19 di Kota Bekasi belakangan ini terus stagnan,” jelasnya.

Pemberlakuan PSBB mengatur masyarakat untuk tidak berkerumun hingga tidak banyak melakukan pergerakan. Kalau pemberlakukan ini selesai, maka ini dikhawatirkan merepotkan penanganan Covid-19.

“Pertumbuhan Covid-19 di Kota Bekasi hanya 0,71%, artinya, satu orang yang tertular virus belum tentu menularkan ke satu orang lainnya,” jelasnya.

Sekedar informasi, berdasarkan corona.bekasikota.go.id terdapat 288 kasus Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona). Dari jumlah itu sebanyak 235 pasien sembuh dan 31 orang meninggal dunia. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini