Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menyatakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSPB) diusulkan kembali pemerintahannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) yang akan dilanjutkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

BEKASI (Eksplore.co.id) – Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menyatakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSPB) diusulkan kembali pemerintahannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) yang akan dilanjutkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pasalnya, tiga tujuan ingin dicapai Pemkot Bekasi yakni pertama, pengurangan kegiatan jual-beli di pasar. Hal ini belum dicapai sampai pemberlakukan PSBB jilid II yang akan berakhir Selasa (12/5/2020).

Pemkot Bekasi juga mau menekan angka pergerakan masyarakat di Kota Bekasi lantaran meteka masih berkeliaran di jalan. “Kalau bisa sampai ke angka 30%, tapi ini masih cukup berat,” katanya pada Senin (11/5/2020) sore.

Dengan demikian perusahaan-perusahaan diharapkan mendukung Pemkot Bekasi mencapai target ini dengan mengeluarkan surat tugas bagi pekerja-pekerjanya. Jadi, pergerakan ini dapat dikuranginya. “Kita pastikan kalau orang keluar itu ada tujuannya,” ujarnya.

Tri melanjutkan operasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) akan dilakukannya dengan pemberlakukan PSBB. Karena, jumlah ini meningkat di jalan jelang Lebaran.

 

“Manusia gerobak juga makin marak ini di Kota Bekasi, kita akan tertibkan dan bawa ke rumah singgah,” jelasnya.

Pemkot Bekasi berharap pemberlakukan PSBB jilid III akan menekan kasus Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) di daerahnya. Saat ini sebanyak 263 kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini