“Alasan perpanjangan PSBB itu lantaran Kota Bekasi merupakan salah satu kawasan yang berbatasan langsung dengan episentrum Covid-19 yakni DKI Jakarta,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Minggu (24/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Kota Bekasi masuk dua besar kabupaten/kora kasus terbesar Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) setelah Kota Depok. Sebanyak 294 kasus Covid-19 dialaminya hingga Minggu (17/5/2020) yang terbagi atas 78 pasien sembuh dan 17 orang meninggal dunia

Dengan demikian Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melarang warganya melakukan mudik lokal yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodebek) pada saat Idul Fitri 1441 Hijiriah. Apalagi, mereka menggelar silahturahmi dan halal-bihalal di kawasan tersebut.

“Kebijakan itu untuk mengurangi pergerakan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Senin (18/5/2020).

Dengan demikian, warga Kota Bekasi diharapkan dapat hidup ‘new normal’ dari pemberlakukan PSBB tahap III yang berakhir 26 Mei 2020. Sampai sekarang Pemkot Bekasi masih menerapkan check point (pos pengawasan) untuk membatasi pergerakan warga.

“Kami meminta jajaran polisi maupun pemkot untuk tidak segan-segan memberi sanksi tegas masyarakat yang melanggar aturan PSBB,” ujarnya.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini