"Cacat tersebut dapat diperbaiki dengan metode patching, karena secara keseluruhan kualitas pekerjaan beton cukup baik," kata Kepala Inspektorat Sulsel Salim Abdurahman pada Rabu (27/5/2020).

MAKASSAR (Eksplore.co.id) – Inspektorat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggandeng Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin (Unhas) telah menyelesaikan audit konstruksi terhadap Masjid 99 Kubah di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI).

Dari audit itu ditemukan beberapa hal seperti cacat pada permukaan beton seperti segregasi, dan colt join. “Cacat tersebut dapat diperbaiki dengan metode patching, karena secara keseluruhan kualitas pekerjaan beton cukup baik,” kata Kepala Inspektorat Sulsel Salim Abdurahman pada Rabu (27/5/2020).

Tim audit juga menemukan beberapa titik kebocoran atap yang menyebabkan kerusakan plafon.

Sementara itu pengetesan atas kekuatan beton menemukan beberapa titik yang dinilai rendah. Untuk itu diperlukan evaluasi terhadap kapasitas struktur.

“Pondasi memiliki kapasitas yang cukup untuk memikul beban bangunan masjid,” ucapnya.

Temuan lainnya adalah potensi penurunan jangka panjang pada sekitar lokasi tapak bangunan. Hal ini terjadi akibat perbaikan tanah untuk mempercepat penurunan sebagai akibat beban timbunan reklamasi.

“Untuk struktur lantai basement perlu mempertimbangkan pengaruh dari proses penurunan konsolidasi yang diperkirakan kisaran 20-30 cm dalam jangka sepuluh tahun ke depan,” jelasnya.

Sebelumnya, pembangunan Masjid 99 Kubah sempat dihentikan atas rekomendasi dari tim Korsupgah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan audit konstruksi.

Rekomendasi ini diberikan KPK ke Pemprov Sulsel supaya pembangunan Masjid 99 Kubah tidak memiliki masalah dari aspek hukum dan konstruksi. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini