Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengemukakan penerapan strategi herd immunity (kekebalan imunitas) untuk mengatasi pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) membahayakan kesehatan sebagian penduduk.

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengemukakan, penerapan strategi herd immunity (kekebalan imunitas) untuk mengatasi pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (virus corona) sangatlah membahayakan kesehatan sebagian penduduk.

Karena, mereka akan mengalami infeksi dan meninggal akibat terjangkiti  covid-19. “Herd Immunity untuk virus corona adalah suatu konsep berbahaya, sebab sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangkal virus tersebut,” kata Pandu di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Herd immunity merupakan konsep epidemiologi ketika suatu penyebaran penyakit menular akan terhambat karena sekelompok populasi kebal terhadap penyakit tersebut. Jadi, pemerintah membiarkan masyarakat terjangkit dan menjadi kebal dengan dengan virus tadi.

“Untuk menimbulkan herd immunity sekitar 70% masyarakat harus terinfeksi Covid-19 terlebih dahulu,” ujarnya. Namun, implementasi strategi herd immunity akan berakibat rumah sakit (RS) mengalami kesulitan menangani lonjakan pasien positif Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai jalan tengah antara penerapan lockdown (karantina wilayah) dan herd immunity.

Hal itu diungkapkan Muhadjir dalam suatu seminar virtual 7 Mei 2020. Namun pernyataan Muhadjir tersebut telah dibantah oleh juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Jurianto. (mam)

Advertisement

1 KOMENTAR

  1. Serupa dengan pendapat pakar epidemiologi Universitas Airlangga apabila Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa menerapkan konsep herd immunity Covid-19 bukan dengan vaksinasi tetapi pembiaran agar terpapar secara alami. Maka harus ada sekitar 50 persen orang yang terinfeksi alami atau sakit Covid-19 yaitu sekitar 135 juta jiwa. Baca selengkapnya disini http://news.unair.ac.id/2020/05/21/pakar-unair-herd-immunity-paling-tepat-digunakan-dalam-praktik-vaksinasi/

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here