Menaker Ida Fauziyah (foto humas setkab/Eksplore.co.id)

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Semula diperkirakan dari data yang diupdate dari BPJS-Ketenagakerjaan,  jumlah pekerja swasta yang upahnya dibawah Rp5 juta yang bakal menerima bantuan sosial (bansos) sebanyak 13,8 juta orang. Ternyata jumlah membengkak menjadi 15,72 juta, tepatnya 15.725.232 orang.

Dampaknya, ini kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah, pada jumlah dana yang harus disediakan. Semua dianggarkan Rp33,1 triliun, kini membengkak menjadi Rp37,7 triliun. “Berdasarkan hasil koordinasi kementerian dan lembaga diputuskan untuk memperbanyak yang mendapat manfaat menjadi 15.725.232 orang dari yang semula hanya 13.870.496 orang, dengan demikian anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah mengalami kenaikan menjadi Rp37,7 triliun dari Rp33,1 triliun,” kata Menaker pada konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (10/8/2020).

Sebelumnya Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi gaji bagi pekerja formal dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan yaitu sebesar Rp600 ribu per bulan akan disalurkan pada kuartal III 2020, yang berarti selambat-lambatnya September 2020.

Bantuan subsidi gaji ini merupakan stimulus terbaru dari pemerintah yang ditujukan kepada pekerja formal dengan kriteria gaji di bawah Rp5 juta, terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dan bukan pegawai BUMN atau Aparatur Sipil Negara.

Menaker menjelaskan, pekerja atau buruh yang mendapat bantuan harus memenuhi syarat sebagai berikut yaitu Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), anggota BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan kartu kepersertaan dan peserta aktif yang membayar iuran dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai dengan upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2020.

Yang terang, calon penerima bantuan itu harus punya rekening bank yang aktif. Ynag bersangkutan juga bukan termasuk penerima manfaat Kartu Pra Kerja. Besarnya bantuan Rp600 ribu per orang dberikan selama 4 bulan, sejak September hingga Desember 2020. Namun pencairan dilakukan tiap dua bulan yang besarnya Rp1,2 juta.

Program stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional ini ditangani bersama-sama antara Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan. Tim tersebut juga akan didampingi apparat penegak hukum seperti Polri, KPK, BPK, BPKP, Kejaksaan.

“Harapan saya kepada teman-teman pekerja yang akan menerima program ini, saya minta belanjakanlah uang ini untuk membeli produk-produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita,” kata Ida, mantan ketua Fraksi PKB DPR.

Sebelumnya, diluncurkannya subsidi bagi pekerja kelas bawah, pemerintah sudah menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial. Seperti; Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, subsidi bunga UMKM, program KUR Bunga 0%, serta Kartu PraKerja. (ban)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini