"Kalau kita cabut itu, mereka tidak akan bisa memberangkatkan sampai kapanpun calon pekerja migran ke luar negeri,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual pada Jumat (15/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Sebagian Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) diskhawatirkan menempatkan pekerja di luar negeri. Padahal, dunia sedang dilanda pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19.

Pengiriman pekerja migran  bisa saja dilakukan PJTKI lantaran pemerintah mulai membuka moda transportasi tujuan mancanegara. Jadi, penerbitan Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Kepmenaker) Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan PMI diharapkan dapar mengantisipasi kejadian tersebut.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan mengenakan sanksi tunda layar bagi perusahaan atau Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) yang tidak mematuhi Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Kepmenaker) Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan PMI.

Tunda layar merupakan sistem yang mengakses antara perusahaan dengan sistem badan tersebut. “Kalau kita cabut itu, mereka tidak akan bisa memberangkatkan sampai kapanpun calon pekerja migran ke luar negeri,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual pada Jumat (15/5/2020).

Dengan pelaksanaan Kepmenaker No.151/2020 diharapkan dapat mencegah penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona). Surat ini telah diteken Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pada 20 Maret 2020.

Kepmenaker No.151/2020 juga menghentikan sementara layanan pengurusan registrasi (ID) calon PMI, proses lanjutan di dalam negeri, dan layanan verifikasi surat permintaan (job order/demand letter) di Perwakilan RI negara penempatan.

Selain itu penghentian penempatan PMI yang ditempatkan pelaksana penempatan, perusahaan untuk kepentingan perusahaan sendiri. Terakhir, surat ini juga berlaku bagi PMI perseorangan dan awak kapal niaga/perikanan di kapal berbendera asing. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini