“Yang paling berat adalah modal kerja, kita belum tahu bagaimana pemerintah antisipasi modal kerja untuk swasta, karena sampai saat ini pembahasannya tidak ke arah sana," kata Ketua Umum (Ketum) PHRI, Hariyadi Sukamdani dalam konferensi video, Senin (1/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah tidak hanya memperhatikan stimulus ekonomi bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, swasta juga diberikan perlakuan yang sama.

“Yang paling berat adalah modal kerja, kita belum tahu bagaimana pemerintah antisipasi modal kerja untuk swasta, karena sampai saat ini pembahasannya tidak ke arah sana,” kata Ketua Umum (Ketum) PHRI, Hariyadi Sukamdani dalam konferensi video, Senin (1/6/2020).

Sebelumnya, pemerintah memberikan stimulus bagi BUMN sebesar Rp135,34 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 termasuk untuk modal kerja.

Bisnis hotel dan restoran membutuhkan stimulus modal kerja untuk satu tahun sebanyak Rp21,3 triliun guna membiayai utilitas berupa biaya listrik dan gas, pembayaran gaji karyawan, administrasi, di luar bahan baku makanan.

“Kami hitung dari jumlah kamar hotel 715.168 kamar dan 17.862 restoran,” ujarnya.

Selain itu PHRI meminta subsidi suku bunga menyesuaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 4,5%. Kemudian, penurunan tarif listrik dan gas serta relaksasi pembayaran listrik/gas selama 90 hari, pembayaran listrik sesuai penggunaan tanpa beban minimal.

Selanjutnya, penangguhan pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN) selama 90 hari, dan percepatan jangka waktu restitusi pajak. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini