SURAKARTA (Eksplore.co.id) – Kementerian Koperasi dan UKM berharap, keberadaan Pusat Layanan Umum Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM) mampu menjadi jembatan bagi produk unggulan di daerah untuk masuk ke pasar nasional bahkan luar negeri lewat trading house di Smesco.

PLUT-KUMKM hadir sebagai program Kementerian untuk meningkatkan kinerja produksi, pemasaran, pembiayaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Semua itu ditempuh melalui  peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis, dan managerial guna meningkatkan daya saing UMKM.

Keberadaan PLUT-KUMKM yang tersebar di daerah-daerah ini, menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dapat menjadi fasilitator produk UMKM daerah untuk naik kelas. “PLUT sebagai mata rantai pertama yang bisa mengkurasi apakah produk UMKM daerah bisa terus bersaing ditingkat provinsi, nasional hingga global,” kata Teten saat berkunjung ke PLUT-KUMKM Sukaharjo, Solo, Jateng, Minggu (2/2/2020).

Teten menjelaskan, PLUT perlu dikonsolidasikan dengan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) atau Smesco yang ada di pusat. “Nanti saya minta Pak Leo (Dirut Smesco) untuk mengkonsolidasi program yang ada di LLP dan PLUT. Karena selain menjadi trading house, Smesco nantinya akan membantu menemukan produk UMKM unggulan daerah untuk dipertemukan dengan buyer potensial,” tuturnya.

Saat ini sedang didata dan diproses produk UMKM by name by adress untuk dimasukkan dalam e-katalog. “Yang sudah masuk e-katalog itu UMKM yang stabil dari sisi produk dan omzetnya. Semua akan diintegrasikan secara nasional, dihubungkan dengan global market. Kalau ada buyer dari luar negeri, tinggal ambil data di Smesco saja,” jelasnya.

Menkop juga mengingatkan, bagi PLUT-KUMKM di daerah, untuk bisa membangun sentra produksi, sehingga mudah untuk konsolidasi di lembaga terkait dalam mengurus perizinan, legalitas serta akses pembiayaan.

“Bahkan kalau perlu kerja sama dengan konsultan manajemen mall misalnya. Jangan sampai kayak yang sekarang di Smesco, besar tapi banyak yang kosong. Sayang, masa listrik negara yang bayar. Fungsi mall itu kan harus menarik, showcase produk, sebagai rekreasi dan tempat kulineran,” imbaunya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit menambahkan, sangat memungkinkan sekali PLUT bersama diintegrasikan dengan Smesco. Saat ini, Smesco ditargetkan tak hanya jadi galeri saja, tapi center of execellent, pendampingan, konsultasi dan trading house.

“PLUT Sukoharjo ini misalnya, bisa mengkurasi produk yang bisa masuk kategori ekspor. Produk UMKM dikurasi secara berjenjang dimulai dari PLUT. Karena kementerian kan tidak bisa selalu mendampingi UMKM,” kata Victoria yang ikut mendampingi Menkop.

Sedangkan, seorang konsultan pendamping PLUT-KUMKM Kabupaten Sukoharjo Sri Harti Ati Ningsih menuturkan, PLUT Mandiri Sukoharjo sudah berdiri sejak 2018. Saat ini terdapat 210 UMKM dan 28 koperasi dari 12 kecamatan yang tergabung di dalamnya.

PLUT Sukoharjo melakukan pendampingan mulai dari legalitas, pembukuan, bimtek UMKM olahan makanan maupun fesyen, hingga pelayanan packging. “Yang terbaru kami latih juga terkait dunia digital, marketing online, perencanaan bisnis dan masih banyak lagi sesuai perkembangan zaman,” kata Sri Harti.

PLUT Sukoharjo juga telah bekerja sama dengan berbagai mitra di antaranya Jamkrida, BPJS Tenagakerjaan (TK), Jasindo dan Pegadaian. Pihaknya juga sukses membangun 10 klaster sesuai kategori usahanya. Beberapa di antaranya klaster makanan sebanyak 120 UMKM, klaster mebel 25 UMKM, klaster batik 32 UMKM, klaster jamu 40 UMKM, klaster pertanian dan perkebunan 20 UMKM, klaster peternakan dan kluster tenun masing 20 UMKM. (bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini