“Pengusutan dugaan intimidasi ini perlu dilakukan Polda DIY untuk menunjukkan kebebasan berpendapat dan diskusi adalah hak yang dijamin undang-undang di Indonesia,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Hery, Selasa (2/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Komisi III DPR mengecam tindakan intimidasi dan pengancaman terhadap panitia dan narasumber diskusi di Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada beberapa waktu lalu.

 

Jadi, komisi ini meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Asep Suhendra mengusut tuntas kasus tersebut.

 

“Pengusutan dugaan intimidasi ini perlu dilakukan Polda DIY untuk menunjukkan kebebasan berpendapat dan diskusi adalah hak yang dijamin undang-undang di Indonesia,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Hery, Selasa (2/6/2020).

 

Selain itu kepolisian juga harus memastikan keselamatan pihak-pihak yang diteror dan melakukan penyelidikan dan penindakan supaya kejadian serupa tidak terulang padamasa mendatang.

 

Herman berpendapat diskusi yang digelar mahasiswa FH UGM tidak mengarah makar. “Kita semua harus ingat bahwa kebebasan berpendapat dan berdiskusi merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang selama memang tidak melanggar ketertiban sosial dan dalam forum akademis,” ucapnya.

 

Masyarakat juga diminta tidak berspekulasi terkait dugaan intimidasi dan ancaman terhadap panitia diskusi. Jadi, mereka diminta menunggu informasi dari kepolisian.

 

Sebelumnya, penyelenggara dan narasumber diskusi akademis yang akan digelar oleh Constitutional Law Society/CLS (Komunitas Hukum Tata Negara) FH UGM pada Jumat (29/5/2020) mendapat teror dari orang tak dikenal.

 

Teror itu berupa ancaman pembunuhan melalui pesan yang dikirim melalui ponsel dan mendatangi rumah mereka. Kegiatan diskusi akademis tersebut akan digelar secara daring pada Jumat (29/5/2020).

 

Diskusi tersebut akan menghadirkan Ni’matul Huda, Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan tema ‘Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’. Namun, diskusi itu dibatalkan akibat teror tadi. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini