“Kami menemukan 161 kilogram botol infus bekas yang dibungkus karung dan disembunyikan di kebun belakang rumah, serta 3 boks berisi ratusan suntikan (spuit) dan botol vaksin,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Purbalingga Kota, AKP Subagyo pada Selasa (5/5/2020).

Purbalingga (Eksplore.co.id)-Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga Jawa Tengah (Jateng) membongkar sindikat perdagangan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ilegal lintas kabupaten di Jateng.

Dari operasi itu berhasil ditangkap satu tersangka inisial HT (57) yang merupakan warga RT 001 RW 002, Kelurahan Bojong, Kecamatan Purbalingga.

Dari keterangan tersangka disebutkan dia sudah melakukan praktik perdagangan ilegal selama 35 tahun.

“Kami menemukan 161 kilogram botol infus bekas yang dibungkus karung dan disembunyikan di kebun belakang rumah, serta 3 boks berisi ratusan suntikan (spuit) dan botol vaksin,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Purbalingga Kota, AKP Subagyo pada Selasa (5/5/2020).

Tersangka u mengolah suntikan bekas untuk mainan anak dan dijual bebas di pasaran, sedangkan botol vaksin bekas diolah sebagai botol parfum dan botol infus dijual lagi ke pengepul rongsok.

Infus bekas dibeli tersangka seharga Rp3.000 per kilogram, sedangkan ratusan suntikan dan botol vaksin dibeli seharga total Rp30.000.  Kemudian, tersangka menjual eceran yakni satu paket suntikan ukuran empat milliliter (isi 10) dijual seharga Rp1.000.

Untuk satu paket suntikan ukuran 10 dan 20 mililiter dijual seharga Rp25.000, sedangkan satu botol bekas vaksin dijual Rp100 ke tukang parfum.

“Polisi masih terus melakukan pengembangan terkait dengan keterlibatan oknum petugas di fasilitas kesehatan yang diduga menjual limbah medis kepada tersangka,” ujarnya.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 102 Undang-Undang  (UU) Nomor 32  Tahun  2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dari aturan ini dapat diancam hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini