Kapolrestabes Bandung Kombes Hendra Kurniawan menyatakan sebanyak empat pedagang daging babi yang mengaku menjual daging sapi di Bandung ditangkap jajarannya pada Sabtu (9/5/2020)

BANDUNG (Eksplore.co.id) – Kapolrestabes Bandung Kombes Hendra Kurniawan menyatakan sebanyak empat pedagang daging babi yang mengaku menjual daging sapi di Bandung ditangkap jajarannya Sabtu (9/5/2020). Mereka telah menjual daging ini seberat 63 ton hampir setahun di Bandung.

Keempat penjual ini adalah T (54), MP (46), AR (38), dan AS (39). Mereka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 91 A jo Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Sebanyak 500 kilogram yang masih utuh kita sita dari freezer, kemudian yang 100 kilogram kita sita dari para pengecernya,” katanya di Mapolresta Bandung pada Senin (11/5/2020).

Pelaku MP dan T ditangkap polisi di tempat tinggalnya yang berlokasi di Kampung Lembang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Untuk AR ditangkap di kediamannya di Kampung Pejagalan, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.  Soal keberadaan AS tidak disebutkan Polrestabes Bandung yang kemungkinan masih dalam pengejarannya.

“Para pedagang menjual daging babi yang diklaim sebagai daging sapi di pasar-pasar melalui pengecer dengan harga Rp70.000-Rp90.000 per kilogramnya. Mereka merubah warna daging babi seolah seperti daging sapi. “Ada tekniknya dengan menggunakan boraks,” tuturnya.

Satgas Pangan Kabupaten Bandung akan mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa dengan memantau penjualan daging sapi di pasar. “Para pembeli daging sapi diminta berhati-hati apabila mereka ditawarkan harga daging ini lebih murah dibandingkan harga pasar,” pungkasnya. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini