BEBERAPA waktu lalu muncul LCC di industri penerbangan. Low Cost Carrier. Lion Air dengan “make people fly“. AirAsia dengan “everyone can fly“. Sebenarnya apa yang mereka lakukan?

Pertama, mindset change kepada konsumen. Dulu, pergi dengan pesawat adalah gengsi. Butuh full service. Bukan sekadar cepat sampai. Gengsi tadi yang dipotong. Ditiadakan. Yang penting cepat sampai. Tentu kampanye seperti ini butuh tindakan tersendiri. Perlu strategi jitu agar diterima konsumen.

Kedua, cutting cost. Asah gunting. Item yang  bisa dipangkas harus dipotong. Di antaranya makan, fasilitas garbarata, lounge dan lain-lain. LCC ini sempat menggoyang maskapai lama. Lalu Garuda  mendirikan Citilink. Singapore airlines dengan SilkAir.

Bagaimana dengan industri properti? Ada covid-19 atau tidak, fenomenanya akan sama. Konsumen akan lebih banyak mencari rumah yang simpel, tidak besar, perawatannya mudah,  dibersihkan mudah, harga terjangkau, lokasi tidak harus strategis – emang mau jualan McD – asalkan masih dalam jangkauan 30 menit perjalanan ke tempat kerja.

Prediksi saya segmen ini yang “hidup” di era kekuasaan covid-19 saat ini. Selamat datang LCD. Low Cost Developer.

Bantul, 21 April 2020

* Puwanto Wijoyo, pengembang, Direktur PT Biru Gapala Inovasi

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini