Oleh Purwanto*

Seberapa besar peluang bisnis properti di Jogja? Sangat besar. Jogja itu magnet. Daya tariknya besar, dibanding daerah lain. Pertumbuhan ekonomi Jogja 6%. Lebih besar dari nasional yang 5%. Salah satu developer nasional mengklaim dapat pesanan 2.000 unit rumah di Jogja. Untuk beberapa instansi. Ditjen Pajak salah satunya.

Apa saja peluangnya?
Pertama, backlog. Ada 90 ribu di Jogja. Bicara tentang backlog, maka yang terlihat adalah MBR. Yang banyak dibutuhkan adalah rumah subsidi. Itu jumlah terbanyak. Seperti Piramida. Panjenengan harus dapat memperoleh lahan murah, Rp100 ribuan/m2, untuk bisa membangun perumahan FLPP. Di kota Jogja tidak mungkin. Sleman susah. Bantul di ujung-ujung sana masih ada lahan murah. Gungun Kidul & Kulon Progo bisa. Tapi marketnya yang tipis.

Secara pribadi saya tertarik segmen di atas rumah subsidi. Harganya beda sedikit. Dengan kepemilikan yang jauh lebih simpel.

Kedua, kampus. Saya belum punya data berapa mahasiswa yang kos. Yang jelas ada 500ribuan orang pendatang. Sebagian besar anak kos. Ratusan ribu juga. Adhi property sudah menangkap peluang ini dengan membangun educity. Jogja Amazone Green juga contoh lain. Bagus itu. Silakan disimak peluang segmen ini. Mungkin di tanah kas desa dengan konsesi 20 tahun. Kepemilikan Hak Guna Bangunan (HGB).

Ketiga, mistis. Di Jogja ada gunung Merapi-Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat- Pantai Parangtritis. Garis imajiner yang magis bagi penganut klenik. Berapa angkanya saya tidak tahu. Tapi bagi anda yang bisa mengemas “rumah sakti” tentu menarik. Banyak orang luar yang pengen “sakti”. Silakan difasilitasi. Dengann keris di rumah joglo, yang lampunya temaram & tembok lumuten.

Keempat, wisata. Borobudur & Prambanan tempat wisata abadi. Org China suka. Berita baiknya, baru sedikit orang China yang sudah berkunjung. Belum lagi wisman lain.

Dari 265 juta orang penduduk Indonesia, berapa orang yang sudah pernah berkunjung? Tentu lebih banyak yang belum. Silakan dikemas bareng agen biro wisata. Dan tempat wisatanya yang banyak, komplet.

Kelima, emosional. Ini bagi orang yang pernah tinggal atau sekolah atau ortunya orang Jogja. Pasti ada kerinduan. Setelah punya rumah di kota tempat bekerja sekarang, rumah ke-2 atau ke-3 nya pengen di Jogja. Potensinya berapa ya tergantung Anda “nyonthong” (banyak ngomong, red). Ngrayu. Jogja yang aman, nyaman, welcome, murah (makin mahalnya jangan diceritain). Dengan memutar lagunya KLA project. Yogyakarta.

Harga berapa rumah yang cocok untuk kelompok ini? Tidak ada ukuran. Langkah penting, temui mereka. Diskusikan apa yg diinginkan. “Want”. Bukan “need”. Ada yang sukanya rumah etnik. Properti kelas atas pembelinya segmen ini Rp 20 miliar yang yang beli. Njero betheng. Tonggo Sultan.

Keenam, bandara. Sebagai kota baru nantinya ada 15 ribu karyawan. Mulai dari karyawan Angkasa Pura. Sampai tukang parkir & ojek. Berapa kebutuhan rumah? Silakan Anda prediksi sendiri. Mungkin 30% nya warga lokal yang sudah punya rumah warisan. Selebihnya ya butuh rumah baru.
Masih ragu bisnis properti?

Jetis, Bantul, 24 november 2019

*penulis pengembang, Direktur PT Biru Gapala Inovasi

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here