JAKARTA (Eksplore.co.id) – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berobsesi produk-produk lokal mampu membanjiri pasar online (market place) yang dikelola startup atau platform e_commerce. Sebab, saat ini pasar online itu dikuasai oleh produk impor.

“Pemerintah sudah coba mendorong atau melakukan pendekatan-pendekatan kepada e-commerce atau marketplace untuk membuat laman khusus KUMKM. Sehingga semua produk UMKM bisa masuk di laman tersebut dan bisa perlahan-lahan mulai mensubstisusi produk-produk impor yang selama ini mendominasi laman di marketplace,” kata Menkop dan UKM Teten Masduki.

Untuk itu, dia berharap semua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya hingga bisa naik kelas. Pandemi covid-19 dijadikan momen untuk mengejar obsesi tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun KemenKopUKM, pada masa pandemi covid-19, pelaku UMKM menghadapi masalah dalam pemasaran. Hal itu ditandai adanya penurunan permintaan secara drastis. Yang dominan, terjadi di sektor makanan, minuman, dan industri kreatif.

“Digitalisasi KUMKM adalah kunci pemulihan ekonomi, sebab baru 13% UMKM yang sudah terkoneksi dengan digital. Karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM akan mempercepat UMKM go digital,” kata MenKopUKM Teten Masduki,  pada acara Halal Bihalal Nasional yang diadakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) di Jakarta, Jumat  (5/6/2020).

Teten menjelaskan, berbagai kebijakan telah dilakukan  untuk mempercepat  UMKM go digital. Di antaranya dengan refocusing terhadap program pelatihan di KemenkopUKM. Targetnya meningkatkan pengetahuan digitalisasi di kalangan KUMKM melalui laman www.edukukm.id  dan seri podcast.

Program lainnya, pendampingan kakak asuh KUMKM di Smesco untuk akselerasi on boarding pelaku KUMKM dari offline ke online. “Program lain yang langsung menyentuh usaha rakyat adalah  pendampingan warung sembako offline ke online,” kata Teten.

Untuk meningkatkan kemampuan aspek hukum pelaku UMKM, KemenkopUKM juga memberikan layanan konsultasi. Salah satunya adalah program bantuan konsultasi hukum via chat dengan pengacara yang dapat diakses di portal www.JDIH.Kemenkopukm.go.id

Menurut Teten, KemenkopUKM mendorong KUMKM agar dapat mengoptimalisasikan pemasaran secara online. Dengan cara ini, pelaku usaha tetap produktif di kondisi pandemi yang tidak memungkinkan aktivitas transaksi secara langsung.

Di samping itu, pemerintah juga memberi perlakuan khusus bagi KUMKM dalam pengadaan barang dan jasa. Dalam waktu dekat, akan dibuka laman KUMKM di e-katalog LKPP sehingga bisa mendorong kementerian, lembaga, pemda, serta BUMN untuk belanja barang dan jasanya dengan memprioritaskan produk KUMKM.

KemenkopUKM sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada KUMKM agar bisa masuk di laman tersebut. Ia berharap  para pengusaha IWAPI bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Dalam laman tersebut juga akan ada kanal khusus belanja di bawah Rp50 juta, yang dapat dimanfaatkan oleh KUMKM dan Iwapi. “Misalnya membuat produk kuliner, sehingga jika ada kebutuhan konsumsi di rapat-rapat dalam instansi pemerintahan, bisa langsung mengklik UKM sektor makanan dan minuman yang terdaftar dalam laman tersebut,” tutur Teten.

Dia pun kembali mengingatkan, kalangan UMKM harus tetap mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Aspek kesehatan, keamanan dan jaga jarak harus diperhatikan saat memulai bisnis di era new normal atau tatanan baru.
“Saya percaya perempuan UMKM termasuk Iwapi mampu bangkit untuk memulihkan ekonomi Indonesia,” katanya. (Bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini