JAKARTA – EKSPLORE (11/5/2018) – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Sesmenkop) Meliadi Sembiring menegaskan bahwa koperasi-koperasi di seluruh daerah harus rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Menurut Meliadi, RAT merupakan salah satu indikator suatu koperasi itu berkualitas.

RAT sendiri merupakan bukti pengurus dan pengawas telah mempertanggungjawabkan kepada anggota. Sebab forum tertinggi berada dalam RAT koperasi tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kemenkop dan UKM akan merehabilitasi koperasi-koperasi yang tidak aktif. Serta menekankan RAT yang harus dilakukan agar koperasi tetap hidup. Selain RAT, koperasi juga harus melaksanakan program kerja.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mendotong agar koperasi berkualitas. Yaitu, program reformasi koperasi yang meliputi; rehabilitasi, revitalisadi, dan reorientasi koperasi. “Boleh banyak koperasi tapi harus berkualitas. Meningkat anggotanya, aset dan omzet koperasi,” ujar Meliadi saat berbicara di pressroom Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (11/5/2018). Pada kesempatan itu, Meliadi didampingi Kepala Biro Perencanaan Ahmad Zabadi,  Kepala Biro Umum Hardianto, Asdep Peranserta Masyarakat dan KUMKM Budi Mustopo, dan Kabag Humas dan Advokasi Hukum Darmono.

Dalam pertemuan yang dipandu Ketua Forwakop Syarif Hasan Salampessy, Meliadi menjelaskan,  pihaknya akan membenahi database koperasi supaya pendataannya lebih baik. Selain itu, koperasi yang aktif diminta agar melakukan RAT, sesuai yang diperintahkan UU. “Kemenkop sendiri sudah memberikan Nomor Induk Koperasi (NIK) sebanyak 152 ribu, ke depan sebanyak 80 ribu koperasi ditargetkan sudah memiliki NIK,” tutur mantan Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM ini.

“Tahun 2018 kita cetak NIK berjenjang, baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota.
Sekarang kita melakukan rintisan melalui smartphone, koperasi bisa mengurus NIK secara mandiri,” lanjutnya.(b1)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini