JAKARTA (Eksplore.co.id) – Untuk memanfaatkan peluang bonus demografi di Indonesia, Rektor Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SiP, CIQaR mengajak kepada generasi muda itu mampu mandiri. Hal itu tak lepas dari generasi muda adalah agen pembangunan dan kehadirannya harus menjadi solusi. Peryataan ini disampaikan pada acara Webinar Nasional Kewirausahaan dengan tema “ Produktif Menyikapi Pasca Pandemi Covid 19” dalam rangka Dies Natalis ke 69 UNKRIS, kemarin Selasa (30/3/2021).

Di acara webinar itu juga dihadiri oleh Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia, Imam Gunawan M.AP. dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi Kota Bekasi Rigel Pawallo, ST. Sementara sebagai moderator adalah Dr. Susetya Herawati ST. M.Si Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan yang juga dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Administrasi.

Untuk menjadi generasi muda yang mandiri, Rektor UNKRIS mengajak kepada para peserta webinar untuk berfikir kritis, analitis dan mampu memecahkan masalah. “Kedepan generasi muda Indonesia mampu menciptakan lapangan kerjanya sendiri, mampu berinovasi dan berdaya saing,”tuturnya.

Diakuinya, UNKRIS saat ini sedang konsen dalam mendorong generasi muda untuk kreatif, inovasi dan solutif. Itu yang menjadi dasar bagi UNKRIS membentuk lembaga baru yaitu Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan yang saat ini di ketuai oleh Dr. Susetya Herawati ST. M.Si.

Rektor berharap selain kuliah dengan ilmu – ilmu sesuai pilihan fakultasnya mahasiswa UNKRIS mampu mengembangkan kemampuan dirinya pada bidang yang dimiliki, yaitu bakat dan minatnya. “Kewirausahaan akan mendorong mahasiswa memiliki mindset tersebut, dimana mahasiswa memiliki karakter yang tangguh, kuat, selalu memiliki ide dan gagasan untuk keluar dari permasalahan dan mandiri,”paparnya.

Senada dengan Rektor, Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kemenpora Imam Gunawan mengatakan, pentingnya pemuda memiliki ketangguhan (resilience) melalui Mindset yang benar, positive thinking. Ladang krativitas pemuda dapat tercermin pada jiwa kepemimpian pemuda yang mampu menyelesaikan masalah, menjadi pelopor artinya pemuda mampu berpartisipasi terhadap kebijakan kebijakan yang mendukung pergerakan dalam pembangunan, dan mampu menciptakan nilai nilai baru untuk tercapainya kemandirian pemuda.

Disamping itu, kata Imam, wirausaha muda adalah Insan yang memiliki kemampuan dalam mengenali dan mengelola diri, serta mengindentifikasi berbagai peluang dan mengelola sumber daya di sekitarnya secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah bagi diri dan lingkungannya secara berkelanjutan.

“Peluang wirausaha dapat terjadi sejak distribusi, produksi dan konsumsi, tinggal di sisi mana pemuda Indonesia mau mengambil peran tersebut. Produktif itu bukan semata mata dilihat dari bagaimana menghasilkan barang atau jasa tetapi juga produktif dari cara pandang dan cara pikir kita,”ucapnya.

Sementara Rigel Pawallo ketua HIPMI PT menegaskan, sebagai generasi muda kita harus berani dan mau melakukan apapun yang kita pikirkan, idekan, karena sesuatu akan terjadi jika kita melakukannya. Sebaik apapun ide bisnis atau rencana bisnis yang kita miliki, jika tidak dijalankan atau dikerjakan maka tidak akan pernah menjadi usaha apalagi menjadi sukses. Maka mulailah menjalankan usaha yang sudah direncanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan. Menjalankan suatu usaha hingga mencapai sukses, membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang serta kerja keras. Kunci sukses wirausaha muda adalah kreatif, berkolaborasi dan kebermanfaatan.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini