Terdakwa kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy (Romy) akan meninggalkan rumah tahanan KPK pada Rabu (29/4/2020) malam.

JAKARTA (Eksplore.co.id)-Terdakwa kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy (Romy) meninggalkan rumah tahanan cabang KPK pada Rabu (29/4/2020) malam.

Informasi ini diketahui dari Kuasa hukum Romy, Maqdir Ismail, yang sedang berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengurusnya. “Insya Allah keluar,” katanya pada Rabu (29/4/2020).

Romy dapat keluar dari tahanan setelah dia menjalani masa ini selama satu tahun sejak Matet 2019. Hukuman ini diperoleh dari putusan tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

KPK membenarkan Romy akan keluar malam ini. “Iya (keluar malam ini),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri

Padahal, KPK sedang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan banding Pengadilan Tinggi DKI. Jadi, dia tetap harus ditahan untuk pemeriksaan laporan kasasi tersebut.

Namun, Romy telah menjalani masa tahanan selama satu tahun sesuai keputusan PT DKI Jakarta

Apalagi, Ketua Pengadilan Negeri dapat memerintahkan supaya Romy bisa dikeluarkan dari tahanan demi hukum. Hal ini sesuai KUHAP dan Buku II MA

“Dalam penetapan penahanan yang dikeluarkan oleh MA tetap dicantumkan klausule bahwa penahanan terdakwa sudah sama dengan putusan yang dijatuhkan oleh PT DKI sehingga terdakwa dapat dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” ujar Jubir MA Andi Samsan Nganro.

Romy mengucapkan syukur atas bebas dirinya dari penjara pada Ramadan ini, sehingga dia bisa berkumpul dengan keluarga.

Setelah itu dia berencana melakukan ziarah ke makam kedua orangtuanya setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir. “Kalau sudah memungkinkan situasi dan kondisi saya akan berziarah,” tuturnya. (mam)

 

 

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini