“Kami membukakan akses bagi mereka ke market (pasar),” kata Iman Usman, Co-Founder dan Chief of Product and Partnership (CPO) Ruangguru dalam akun Instagram-nya pada Minggu (26/4/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) Keberadaan internet merubah sekaligus mendisrupsi berbagai bidang kehidupan seperti kegiatan belajar-mengajar (KBM) dari konvensional menjadi daring.

Hal ini juga didorong pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mengurangi penyebaran Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

Namun, KBM daring yang menggunakan aplikasi seperti Ruangguru dinilai menyaingi kegiatan bimbingan belajar (bimbel) dan les belajar privat yang dijalankan sebagian guru sekolah sebagai usaha sampingan.

Namun, aplikasi KBM membantah kegiatan yang dilakukannya menggusur pekerjaan para guru bimbel dan les privat. Malahan, aplikasi ini diklaim membantu para guru bimbel dan privat menawarkan keahlian mengajar suatu bidang studi.

“Kami membukakan akses bagi mereka ke market (pasar),” kata Iman Usman, Co-Founder dan Chief of Product and Partnership (CPO) Ruangguru dalam akun Instagram-nya pada Minggu (26/4/2020).

Bahkan, keberadaan Ruangguru diklaim melengkapi KBM yang dilakukan secara daring. Apalagi, mayoritas pengguna Ruangguru diklaim tidak pernah mengikuti les privat sepanjang hidupnya. “Ruangguru nggak ngambil jatah kerjaannya siapa-siapa,” ujarnya.

Sekedar informasi, Ruangguru adalah perusahaan teknologi di Indonesia yang mengembangkan berbagai layanan belajar berbasis teknologi, termasuk layanan kelas virtual.

Selain itu tersedia platform ujian daring, video belajar berlangganan, dan marketplace les privat yang bisa diakses melalui web dan aplikasi Ruangguru.

“Saya mulai merintis startup Ruangguru pada tahun 2014 bersama rekan saya Belva Devara,” jelasnya.

Ruangguru merupakan aplikasi yang memungkinkan murid dan guru privat berinteraksi secara daring tanpa tatap muka. Kemunculan Ruangguru diharap menjawab persoalan kesulitan mencari guru les privat yang berkualitas.

“Saya dan Belva berdiskusi hingga muncul ide untuk mendirikan usaha rintisan yang dapat menampung guru les privat di seluruh Indonesia,” tukasnya.,

Mereka berpendapat setiap murid berhak untuk memilih guru les privat terbaik yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan setiap murid. Keberadaan Ruangguru diharapkan dapat memberikan pendidikan tambahan bagi masyarakat di luar jam sekolah tanpa perlu memikirkan sekat waktu, tempat, atau kemacetan lalu-lintas.

Sebanya 47.000 lebih guru bergabung dengan Ruangguru dengan mayoritas tinggal di Pulau Jawa dan Bali. Mereka memperoleh komisi sebesar 20% dari tarif belajar per jam. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini