Bus gratis yang disediakan BPTJ dan Pemprov DKI ini menjadi cikall bakal dibukanya rute bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion 9foto bptj/Eksplore.co.id)

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan terus menambah rute bus Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion). Pertimbangannya, animo penumpang yang menggunakan bus besar dan ber-AC dari kawasan Bogor, Tangerang dan Bekasi ke Jakarta dan sebaliknya itu terus bertambah.

“Kita ingin JR Connexion dapat menjadi alernatif bagi masyarakat Jabodetabek dalam bermobilitas,” kata Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, di Jakarta, Rabu (12/8/2020). Menurut Polana, sejak diluncurkan pertama kali pada 14 Februari 2017, JR Connexion terus memperluas layanannya.

Sampai saat ini, JR Connexion telah melayani setidaknya 44 rute. Untuk permukiman di wilayah Jabodetabek yang telah dilayani JR Connexion di antaranya Kabupaten Bogor sebanyak 14 rute, Kota Bekasi sebanyak 16 rute, Kabupaten Bekasi sebanyak 1 (satu) rute, Kabupaten Tangerang 12 rute, dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 1 (satu)  rute.

Sementara untuk operator, setidaknya terdapat delapan operator yang telah menjalankan layanan JR Connexion. Kedelapan operator tersebut adalah; Perum PPD, PT. Eka Sari Lorena Transport Tbk, PT. Sejahtera Cemerlang Trans, PT. Sinarjaya Megah Langgeng, PT. Wifend Darmapersada, PT. Royal Wisata Nusantara, PT. Transportasi Jakarta, PT. Alfa Omega Sehati Mitra.

Rute terakhir yang dibuka adalah dari Kemang Pratama, Bekasi ke Stasiun Gambir dan sebaliknya. Uji coba dilakukan Selasa (11/8/2020). Dengan operator Perum Damri, untuk sementara disediakan tiga unit bus. Tarif sementara dipatok Rp15.000. Adapun jam operasional JR Connexion dari Kemang Pratama menuju Stasiun Gambir akan beroperasi pada pukul 05.30 WIB dan untuk layanan sebaliknya beroperasi pada pukul 17.30 WIB.

Polana menjelaskan, sesuai konsep awalnya, penyediaan fasilitas layanan angkutan umum massal kepada masyarakat ini mendekati ke perumahan. Ini merupakan cara yang dipandang sesuai untuk mendorong pengguna kendaraan pribadi bersedia pindah menggunakan angkutan umum massal.

“Saat ini kita terus berupaya agar capaian yang telah ditetapkan dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) bahwa pada tahun 2029, nanti moda share  pemanfaatan angkutan umum oleh masyarakat Jabodetabek dapat mencapai 60%,” ujar Polana.

Menurut Polana, di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang tidak terlepas dari semakin banyaknya sektor-sektor yang kembali beroperasi di tengah pandemi ini juga harus dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat tetap menggunakan angkutan umum massal.

“Penegakan protokol kesehatan pada layanan angkutan umum massal menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan supaya masyarakat tetap mau memanfaatkan angkutan umum massal,” tutur Polana menyudahi penjelasannya. (ban)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini