Anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dari Fraksi PDI-P Arteria Dahlan mempertanyakan upaya konkret yang dapat dilakukan RUU ini untuk mengubah iklim usaha dan ekonomi di Indonesia lebih baik.

JAKARTA (Eksplore.co.id)-Anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dari Fraksi PDI-P Arteria Dahlan mempertanyakan upaya konkret yang dapat dilakukan RUU ini untuk mengubah iklim usaha dan ekonomi di Indonesia lebih baik.

Karena, dia tidak menemukan aturan yang menerangkan kemudahan investasi di Tanah Air secara rinci. “Kalau saya lihat RUU ini cek kosong,” katanya pada Senin (27/4/2020).

Sebelum RUU Cipta Kerja disahkan DPR diklaim Arteri RUU ini harus dapat dipertanggungjawabkan isinya, supaya ini bisa menyelesaikan masalah ekonomi. Dia ingin naskah akademik RUU ini berisi bagaimana upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi supaya bisa keluar dari krisis.

“Apa solusinya harus melalui investasi, kenapa tidak kita konsentrasi kualitas SDM,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri berpendapat Omnibus Law RUU Cipta Kerja perlu disahkan pemerintah dan DPR.

Karena, Omnibus Law RUU Cipta Kerja bisa meningkatkan tenaga kerja melalui investasi berkualitas dengan reformasi ekonomi serius. “RUU Cipta Kerja ini langkah awal reformasi ekonomi ini,” jelasnya.

Jika Indonesia dibandingkan dengan tiga negara yang lebih dahulu melakukan reformasi ekonomi dengan mengeluarkan aturan baru seperti Vietnam pada 2010. Negara ini bisa memperbaiki perekonomian nasional, sehingga berhasil memangkas 30% cost of doing business. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini