Jakarta, (Eksplore.co.id) – Selain menjalankan aktifitas akademik Universitas Krisnadwipayana (Unkris) aktif dalam menjalankan aktifitas sosial berupa santunan kepada anak – anak yatim yang ada di lingkungan sekitar kampus. Menurut rektor Unkris Dr. Ir Ayub Muktiono M.Sip, CiQaR, aktifitas ini dijalankan kemarin Kamis (19/08/2021) bersama Yayasan Nurul Islam sebagai pengelola anak – anak yatim sudah berjalan tiga kali dalam setahun, tepatnya pada bulan Muharam, Maulid Nabi dan Ramadhan.

Di acara santunan anak yatim tersebut nampak hadir Warek 1 Dr. Ismail Razak SE, M.Si, warek 2 Dr. H Suwanda , Warek 3 Dr Parbuntian Sinaga , Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK) Dr. Susetya Herawati, Kepala bagian Humas Enny Setyawati SH, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan , H. Aminudin Hanafiah , SH, Kapala Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha Nana Sukarna , SAP.

Diakui oleh rektor, dalam kegiatan santuanan anak yatim itu ia selalu tergetar, hal ini karena sejak usia 11 tahun sudah jauh dari orang tua, sehingga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak anak yatim. “Maka saya berharap anak – anak jangan sedih dan jangan kecil hati,”ujarnya.

Lebih lanjut rektor menyampaikan, kita sebagai manusia janganlah menjadi pendusta agama, jangan sampai kita menyia nyiakan anak anak yatim. Ia menyakini kampus Unkris menjadi besar salah satunya adalah adanya berkah dari doa. Untuk itu rektor mengajak semua yang hadir untuk bersama sama berdoa agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Terkait dengan Yayasan Nurul Islam yang letaknya persis di samping kampus Unkris selama ini dikelola oleh Pok Ipe dan Ust Apandi. Selama ini perhatian Unkris terhadap yayasan tersebut sudah berjalan sejak tahun 2013.

Sementara Kapala Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha Unkris Nana Sukarna, SAP, dikesempatan itu mengatakan, selama ini ia memperoleh tugas untuk berkomunikasi dan mendata anak – anak yatim yang ada di yayasan itu. Di acara itu ia melaporkan telah mendata ada anak – anak yatim sekitar 50 orang dan diantara mereka adalah anak – anak karyawan Unkris yang orang tuanya meninggal karena covid dan ada yang meninggal karena sakit.

“Semua rangkaian kegiatan ini adalah bagian kepedulian pimpinan Unkris untuk tetap terus memberikan perhatian kepada mereka, bahkan anak – anak yatim yang akan mengambil kuliah di Unkris juga mendapatkan perhatian dengan adanya pemberian potongan harga atau biasiswa,” ucapnya.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini